Berita Kabupaten Banjar

Pesona Danau Tamiyang Angkat Ekonomi Masyarakat, Rosyid Tak Ingin Jadi Objek Wisata Musiman

Destinasi wisata baru terus bermunculan di wilayah Kabupaten Banjar, meski lokasinya di perdesaan namun tetap ramai dikunjungi wisatawan.

Pesona Danau Tamiyang Angkat Ekonomi Masyarakat, Rosyid Tak Ingin Jadi Objek Wisata Musiman
Screenshot/Banjarmasin Post
Salah satu spot bertoto di obyek wista Danau Tamiyang, Mandikapau Barat, Karangintang, Kabupaten Banjar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Destinasi wisata baru terus bermunculan di wilayah Kabupaten Banjar, meski lokasinya di perdesaan namun tetap ramai dikunjungi wisatawan.

Salah satunya objek wisata yang hampir setahun terakhir viral di media sosial adalah Danau Tamiyang di Desa Mandikapau Barat, Kecamatan Karangintan, Kabupaten Banjar. Diresmikan Bupati Banjar KH Khalilurrahman pada 3 Februari 2018, danau ini sebenarnya aliran sungai besar bersumber dari waduk Riam Kanan yang kemudian jadi muara irigasi.

Menuju objek wisata alam ini kita harus menuju arah Mandiangin, kemudian di simpang tiga Desa Padang Panjang berbelok ke kiri arah Desa Sungai Alang yang terus beberapa kilometer kemudian tibalah di Desa Mandikapau Barat.

Di depan objek wisata ada sejumlah warung makan dan minum. Juga ada properti berupa mobil offroad dan sepeda motor besar yang disediakan sebagai spot berfoto.

Danau tersebut dibelah jembatan besi bercat warna-warni untuk kita menyeberang. Jembatan ini sudah lama digunakan masyarakat untuk menuju kebun karet di bukit seberang.

Baca: Kontes Durian 2019 di Danau Tamiyang Kabupaten Banjar, Tiap Kecamatan Bawa Lima Varietas

Baca: Jangan Lupa Kontes Durian 22 Januari di Danau Tamiyang Mandikapau, Ingin Ikut, Ini Syaratnya

Baca: Sukses di Festival Nanas Kemerdekaan, Camat Mekarsari Diperintahkan Buat Tumpeng Nanas Raksasa Lagi

Sementara itu sekitar jembatan disediakan pula sejumlah spot berfoto yang berlatar belakang perbukitan. Di atas permukaan danau juga ada sepeda air dan banana boat yang ditarik speed boat.

Sebelum masuk area wisata, pengunjung dikenai karcis Rp 5.000 per orang. Cukup murah dan sangat terjangkau.
M Rosyid, tokoh pemuda setempat, mengatakan, keberadaan objek wisata ini dirasakan bermanfaat meningkatkan ekonomi masyarakat.

Dukungan penuh pembakal Abdul Basit dan pengusaha setempat H Saihu serta peran kecamatan dan pemerintah kabupaten membuat objek wisata kian ramai dikunjungi.

"Kami masyarakat di sini, bergotong royong membuat obyek wisata dengan dana swadaya dan dana desa," ungkap Rosyid yang juga inisiator objek wisata tersebut.

Satu hal yang ditekankan pada masyarakat khususnya yang berdagang di warung adalah melayani dengan ramah dan harga yang wajar.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved