Berita Tanahbumbu

Polemik Penggantian Nama Masjid di Sungai Lembu Sempat Memanas, Ini Hasil Akhirnya

Polemik Penggantian Nama Masjid di Sungai Lembu Sempat Memanas, Ini Hasil Akhirnya

Polemik Penggantian Nama Masjid di Sungai Lembu Sempat Memanas, Ini Hasil Akhirnya
banjarmasin post group/ man hidayat
Musyawarah terkait penggantian nama sebuah masjid di desa Sungai Lembu Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanahbumbu, berlangsung alot. Rapat yang dimulai pada Kamis (10/1/19) sekitar pukul 14.30 wita berakhir pada pukul 17.00 wita. Kedua belah pihak akhirnya menemukan kata sepakat untuk nama masjid tidak berganti. 

BANJARMASINPOST.COI.ID, BATULICIN - Musyawarah terkait penggantian nama sebuah masjid di desa Sungai Lembu Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanahbumbu, berlangsung alot.

Rapat yang dimulai pada Kamis (10/1/19) sekitarbpukul 14.30 wita harus berakhir pada pukul 17.00 wita. Kedua belah pihak akhirnya menemukan kata sepakat untuk nama masjid tidak berganti.

Dimana keputusan musyawarah diambil secara musyawarah menindak lanjuti pertemuan sebelumnya yang tidak ada titik temu antara masyarakat, pengurus masjid dan pihak donatur pembangunan renovasi masjid di Gedung 7 Februari Pagatan.

Sehingga harus ditunda, dan diakan di masjid yang dimaksud. Nah, pada rapat musyawarah itu, semua belah pihak pun datang.

Meski suasana sempat memanas mamun, rapat yang difasilitasi pihak kecamatan, MUI kecamatan, KUA kecamatan dan Kesbangpol Tanahbumbu ini, akhirnya bisa sepakat.

Masjid yang sebelumnya dianggap masyarakat dan pengurus dirubah sepihak dari Donatur pihak H Tahang kini kembali menggunakan nama yang lama.

Nama masjid yang sebelumnya berdiri puluhan tahun diberinama Darul Hasanah, telah diganti donatur dengan nama Nurul Hasanah. Debat sengit sempat terjadi karena masing-masing mempertahankan argumennya.

Namun, Ketua MUI Kecamatan Kusan Hilir, ustaz Haris dan Kepala Kesbangpol, Darmiadi bisa meredam perdebatan tersebut. Sebab masyarakat dan pengurus masjid tidak menginginkan adanya perubahan nama, namun dari pihak donatur yakni H Tahang tetap meminta perubahan nama sebanyak dua huruf yakni DA dirubah jadi NU.

Sebab dari pengurus masjid, H Ramli misalnya mengatakan tidak pernah ada musyawarah untuk perubahan nama. Selanjutnya, pihak H Tahang mengatakan sudah pernah musyawarah. Argumen masing-masing dipertahankan yang langsung diredam hingga akhirnya H Tahang mengiyakan nama masjid kembali kembali semula yakni Darul Hasanah, bukan Nurul Hasanah.

"Saya kembalikan nama semula. Dan saya juga masih membantu pembangunan renovasi masjid namun secara bertahap selama masih ada rezeki," kata H Tahang kepada seluruh jamaah dan peserta musyawarah.

Sementara itu, pengurus masjid dan masyarakat saat mendengar pernyataan tersebut langsung bersalawat dan takbir. "Alhamdulillah," katanya serempak.

Aparat desa pun berterimakasih kepada donatur pembangunan masjid terkhusus bagi H Tahang yang sudah merenovasi masjid yang sekarang ini begitu indah.

"Kami sangat berterimakasih atas nama masyarakat karena mengembalikan nama masjid yang lama yakni Darul Hasanah. Dengan keikhlasan beliau yang sudah bersedia merenovasi masjid ini," kata Kepala Desa Sungai Lembu, Dirhamsyah.

Kegiatan itu juga dihadiri Plt Danramil Kusan Hilir, anggota DPRD Tanahbumbu Fawahisah Mahabbatan, tokoh masyarakat, Polsek Kusan Hilir.

(banjarmasinpost.co.id/ man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved