Internasional

Respons Turki Diancam Presiden AS Donald Trump akan Hancurkan Ekonominya, Gara-gara Kurdi?

Respons Turki pada Ancaman dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan Hancurkan Ekonominya, Gara-gara Kurdi?

Respons Turki Diancam Presiden AS Donald Trump akan Hancurkan Ekonominya, Gara-gara Kurdi?
Getty Images
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. 

"Ekonomi Turki bakal dihancurkan jika mereka menyerang Kurdi, serta bakal membentuk zona aman sejauh 20 mil," lanjut Trump.

Presiden 72 tahun itu tidak menjelaskan "zona aman" seperti apa yang dimaksud Trump, serta siapa yang bakal mengeksekusinya.

Selang beberapa saat, Trump kembali melontarkan kicauan di mana dia berharap Kurdi tidak memprovokasi Turki, Rusia, Iran, maupun Suriah.

Dia berkata, Rusia maupun Iran terlalu lama mendapat manfaat dari kebijakan jangka panjang Washington untuk menghancurkan ISIS di Suriah yang menjadi musuh alami mereka.

"Kami juga mendapat manfaat dari kebijakan kami. Namun kini saatnya membawa pasukan kami pulang. Saatnya mengakhiri perang tak berkesudahan ini!" tegasnya dilansir Sky News.

Pada 19 Desember 2018, Trump mengejutkan sekutunya dengan mengumumkan bakal menarik pasukan setelah mengklaim memperoleh kemenangan dari ISIS.

Mereka sudah memulai proses untuk mengangkut peralatan militer, dan beberapa pekan ke depan, 2.000 personel diharapkan bisa pulang ke AS.

Keputusan Trump itu membuat nasib milisi Kurdi yang selama ini menjadi andalan dalam memerangi ISIS menjadi pembahasan di Washington.

Sebabnya, Turki sudah mengatakan Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) berhubungan dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dianggap sebagai teroris.

Pada pekan lalu, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menyatakan dia sudah berbicara dengan koleganya, Menlu Turki Mevlut Cavusoglu.

Halaman
1234
Editor: Royan Naimi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved