Berita Kalteng

Bawa Senjata Tajam di Depan Pos Polisi, Warga Selat Kualakapuas Diciduk Polisi

Warga Jalan Cilik Ruwut Kecamatan Selat Kuala Kapuas itu diamankan anggota Polsek Jabiren, Sabtu (12/1) dini hari lalu.

Bawa Senjata Tajam di Depan Pos Polisi, Warga Selat Kualakapuas Diciduk Polisi
HO/Polsek Jabiren Raya
Barang bukti senjata tajam (sajam) yang disita Polsek Jabiren Raya, Kabupaten Kapuas. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KAPUAS - Lantaran membawa senjata tajam (sajam) jenis pisau belati, lelaki berinisial FT (34) ini diamankan pihak berwajib di Kalteng.

Warga Jalan Cilik Ruwut Kecamatan Selat Kuala Kapuas itu diamankan anggota Polsek Jabiren, Sabtu (12/1) dini hari lalu.

Kapolsek Jabiren Raya Ipda Junedinoto ketika dikonfirmasi membenarkan pihaknya ada mengamankan pembawa sajam tersebut.

"Iya betul, pelaku kami amankan karena membawa sajam jenis belati saat kami menggelar operasi cipta kondisi," katanya mewakili Kapolres.

Dilanjutkannya, kegiatan cipta kondisi tersebut diamankan di depan Pos Polisi Lalu Lintas Jalan Trans Kalimantan Km. 24 Desa Tanjung Taruna Kecamatan Jabiren Raya.

Baca: Persiapan Pernikahan Islami Menurut Ustadz Abdul Somad Saat Ramainya Syahrini Reino, Sule Naomi

Baca: Reaksi Tak Disangka Ibunda Naomi Zaskia Kala Perkenalan dengan Ayah Rizky Febian, Sule

Baca: Jaksa Kembali Akan Panggil Kadisdagsar, Diminta Keterangan Untuk BAP Kasus Pasar Tegalrejo

Ipda Juned sapaan akrabnya menjelaskan, pada saat petugas memberhentikan satu buah kendaraan bermotor yang berboncengan.

Petugas melihat gerak gerik mencurigakan penumpang yang dibonceng, lalu dilakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan penumpang tersebut.

"Saat kami memeriksa tas ransel warna hitam, kami menemukan sebuah senjata tajam jenis pisau dengan panjang kurang lebih 21 sentimeter," kata Kapolsek.

Ditambahkannya, pisau tersebut terbuat dari bahan besi dengan gagang terbuat dari bahan kayu dan pada bagian gagang terdapat dua buah besi kuningan beserta kumpang yang terbuat dari bahan kulit warna coklat.

"Pelaku beserta barang bukti langsung dibawa ke Polsek Jabiren Raya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan akan disangkakan pasal 2 ayat (1) Undang Undang Darurat RI Nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara," pungkasnya. (banjarmasinpost.co.di/fadli setia rahman)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved