Berita Banjarmasin

Pembangunan JPO Tertunda, Investor Menolak Peraturan ini

Ditundanya pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang rencananya akan dibuat pada empat lokasi di Banjarmasin menuai komentar.

Pembangunan JPO Tertunda, Investor Menolak Peraturan ini
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Ketua Asosiasi Pengusaha Periklananan Seluruh Indonesia (APPSI) Pengda Kalsel, Winardi Sethiono 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ditundanya pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang rencananya akan dibuat pada empat lokasi di Banjarmasin menuai komentar.

Pasalnya keberadaan JPO masih dipertanyakan perihal seberapa mendesak bangunan tersebut.

Sebelumnya untuk proyek itu, Pemko Banjarmasin telah membuka pendaftaran secara terbuka untuk investor yang ingin membuat.

Sempat ada sembilan perusahaan yang mendaftar.

Namun rupanya, pascaada pertemuan antara investor dan Pemko Banjarmasin, terjadi penolakan oleh para investor.

Ketua Asosiasi Pengusaha Periklanan Seluruh Indonesia (APPSI) Pengda Kalsel, Winardi Sethiono yang juga mendaftarkan perusahaannya sebagai investor untuk pembangunan itu buka suara.

Baca: Fakta Baru Vanessa Angel Soal Prostitusi Artis, Hotman Paris Protes Soal Kasus Prostitusi Online

Baca: Lucinta Luna Ngaku Chatting dengan Fatih Seferagic, Ini Penjelasan sang Hafidz Internasional

Baca: Dian Sastro Singgung Gading Marten & Gisella Anastasia Besanan dengan Raffi Ahmad & Nagita Slavina

Baca: Respons Tompi Saat Pidato Kebangsaan Prabowo Jelang Pilpres 2019 Singgung Gaji Dokter

Baca: Detik-detik Prabowo Subianto Tenangkan Pendukungnya Saat Sebut Program Pemerintah Presiden Jokowi

Kepada Bpost Online, Selasa (15/1/2019), ia menceritakan pascapertemuan antarinvestor dan Pemko Banjarmasin, pihaknya menolak untuk membangun JPO tersebut.

Termasuk sejumlah investor yang mendaftar.

Disampaikan Winardi penolakan itu karena adanya point yang dianggap melenceng dari persyaratan.

Di antaranya peraturan pengelolaan investor yang hanya mendapatkan jatah 15 tahun untuk mengelola JPO tersebut.

"Bukan kami dari APPSI tidak mau bekerjasama dengan Pemko Banjarmasin. Tetapi persoalan yang diajukan kepada kami melenceng dari persyaratan yang diumumkan," ucap Winardi.

Ia juga menyebutkan, adanya penundaan oleh pihak Pemko Kota Banjarmasin pada pembangunan JPO sudah sangat luar biasa.

Menurutnya Pemko Banjarmasin sudah mempunyai kemauan untuk mengevaluasi dari kebijakan tersebut.

(Banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved