Berita Banjarmasin

Rumah Dibongkar untuk Jembatan Alalak, Kayutangi, Bariah Sedih Tapi Iklas untuk Pembangunan

Dari papan informasi pembangunan yang tertera di dekat jembatan, proyek itu akan dilaksakanan hingga 840 hari kalender, masa pemeliharaan 730 hari.

Rumah Dibongkar untuk Jembatan Alalak, Kayutangi, Bariah Sedih Tapi Iklas untuk Pembangunan
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Pembebasan rumah warga yang telah diganti rugi untuk Proyek pembangunan jembatan Alalak, Jalan Hasan Basry Kayutangi, Kota Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Proyek pergantian Jembatan Alalak di Jalan Brigjend Hasan Basri, Kayutangi telah berlangsung sejak beberapa waktu lalu. Dari papan informasi pembangunan yang tertera di dekat jembatan, proyek itu akan dilaksakanan hingga 840 hari kalender. Sedangkan masa pemeliharaan 730 hari kalender.

Adapun kontraktor pelaksana yakni Wijaya Karya- Pandji KSO dengan nilai kontrak seberar Rp 264.561.819.000,00.

Pembongkaran bangunan di lokasi lahan yang dibebaskan pun masih dalam proses. Terlihat dari pantauan Bpost Online, Selasa (15/1/2019) sejumlah warga membongkar bangunan mereka dibantu beberapa pekerja.

Aktifitas pembongkaran tersebut rupanya dilakukan sejak Senin (13/1). Pemilik bangunan juga diberikan batas waktu untuk memberihkan bangunan di kawasan tersebut.

Baca: 29 ASN Pemkab Tanahbumu Urinenya Positif, Sekda: Mereka Akan Menjalani Tes 2 Tahap Lagi

Baca: Satnarkoba Polresta Banjarmasin Bekuk Warga Kebun Sayur Simpan 7 Paket Sabu dan 125 Butir Ekstasi

Baca: Sindiran Ayu Ting Ting pada Ivan Gunawan yang Plin Plan dalam Hal Cinta, Ruben Onsu Beraksi

Warga terdampak, Bariah nampak sedih menyaksikan rumahnya yang dibongkar. Dari pelataran baru sisa bangunan rumahnya, Bariah memperhatikan orang-orang yang membongkar rumah dan pekerja yang akan membangun Jembatan Alalak.

Diungkapkan olehnya, perasaan sedih pasti muncul melihat kondisi rumahnya yang separo telah hilang. Namun ia mengaku ikhlas atas pembongkaran tersebut.

Terlebih selain mendapatkan uang pengganti, pergantian Jembatan Kayutangi yang terdampak pada warga menurutnya akan bagus untuk masa depan. Utamanya demi kepentingan masyarakat dan pengguna jalan agar tidak terjadi kemacetan.

“Sedih itu pasti melihat rumah dibongkar. Apalagi saya sudah tinggal disini selama 20 tahun. Tapi ini untuk pembangunan dan jalan umum,” ungkapnya.

Ia dan suami, Abdullah Horman terlihat memperhatikan para pekerja. Bangunan rumah milik keluarga itupun kini sudah rata dengan tanah. Hanya ada sisa bangunan yang belum terangkut yang berada di depan bagian rumahnya yang masih milik pribadi.

Baca: Dian Sastro Singgung Gading Marten & Gisella Anastasia Besanan dengan Raffi Ahmad & Nagita Slavina

Baca: Reaksi Tak Disangka Ibunda Naomi Zaskia Kala Perkenalan dengan Ayah Rizky Febian, Sule

Baca: Pengacara Mucikari Sebut Vanessa Angel Dijemput Mobil Berplat Merah di Kasus Prostitusi Online Artis

Rasa syukur juga diucapkan oleh sang suami. Ia mendapatkan rumah tersebut secara gratis. Yakni diberi oleh pemerintah, pasca dibeli seluruh bangunan rumahnya.

“Seluruh bangunan rumah dibeli. Tapi pemerintah cuma perlu sembilan meter ke belakang. Jadi masih ada sisa dan diberikan kepada kami,” ucap Horman.

Ia juga setuju dan bersedia menyerahkan apabila pemerintah memerlukan lahannya secara keseluruhan. Karena menurutnya pembangunan demi cucu dan buyutnya ke depan.

(Banjarmasinpost.co.id/Isti  Rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved