Rahasia Cantik dan Kuat Penari Reog

Tanpa Mistis, Ini Rahasia Kuat Angkat Singobarong Topeng Seberat 40 Kilogram di Reog

Tanpa Mistis, Ini Rahasia Kuat Angkat Singobarong Topeng Seberat 40 Kilogram di Reog

banjarmasinpost.co.id/salmah
Para penari Reog Ponorogo meramaikan Ultah Pemimpin Umum Banjarmasin Post Group HG (P) Rusdi Effendi AR 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dadak Merak atau Singobarong menjadi ikon utama pada Reog. Penari memakai topeng berbentuk kepala singa dengan mahkota yang terbuat dari bulu burung merak.

Berat topeng ini bisa mencapai puluhan kilogram. Topeng yang berat ini dibawa oleh penarinya dengan gigi. Selain latihan konon kemampuan diperoleh dengan latihan spiritual.

Sunarji, umurnya kini sudah 36 tahun dan dia senantiasa setiasa dengan kesenian reog. Tinggal di Trantang Marabahan Desa Karangbunga Kecamatan Mandastana, Kabupaten Baritokuala.

Di reog dia sebagai pembarong. "Di grup kami ada empat orang pembarong. Salah satunya saya," katanya kepada reporter Banjarmasinpost.co.id.

Baca: Polisi Sebut Potensi Vanessa Angel Jadi Tersangka Usai Pemeriksaan Prostitusi Online 9 Jam

Baca: Kronologi Lengkap 2 Pesawat Tempur F-16 Paksa Turun Pesawat Asing ke Bandara Hang Nadim Batam

Baca: Jawaban Ivan Gunawan Saat Ruben Onsu Bocorkan Tantangan Ayu Ting Ting Menikahinya di 2019

Baca: Cuplikan Gol dan Rekap Pertandingan Piala Asia 2019, Thailand & Bahrain Dramatis ke Babak 16 Besar

Baca: Hasil Akhir Manchester City vs Wolverhampton Liga Inggris, Skor Akhir 3-0, Gol Gabriel Jesus!

Dia ikut di paguyuban Reog singo budoyo Desa Karangbunga, Kecamatan Mandastana Baritokuala. Dia mengatakan jika dadak merak yang kerap dia pikul beratnya mencapai 35 sampai 40 kilogram.

"Tapi dengan beberapa kegiatan latihan kami bisa memainkannya. Persiapannya ya dengan cara tadi latihan dan latihan terus dan lama-kelamaan dah terbiasa kok dan sekarang kita tidak memakai yang mistis-mistis," katanya.

Dia mengatakan beberapa trik yang bisa untuk latihan kadang secara langsung memakai katrol atau timbaan air dan ember itu di isi air atau sebagainya dan nariknya pakai mulut, tidak pakai tangan sebagai mana mestinya. "Biar kekuatan leher terbentuk," katanya.

Baca: Hasil Lengkap Babak 16 Besar Coppa Italia, AS Roma dan Atalanta Susul Juventus ke Babak 8 Besar

Reog menjadi kesenian yang memiliki nilai-nilai luhur kebudayaan dan tradisi masyarakat Ponorogo. Setiap pementasannya selalu menarik jam perhatian warga.

Sunarji mengatakan makna yang terkandung adalah bahwa singo barong jadi maskot tokoh pada reog. Singo barong juga kadang angkat orang.

"Ya pembarong dan bisa bayangkan topengnya reognya itu sendiri sudah 40 kilogram, lalu ditambah orangnya berapa kilo betapa beratnya dan tidak semua orang dapat melakukan itu, dan asal perlu diketahui semua itu hanya kemampuan gigi saja dengan cara menggigit bambu yang ada dalam kepala singo barong," katanya.

(banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved