Berita Banjarmasin

Buku Bahasa Banjar Karya Penulis Asli Banua Disuka Pembaca Banua di Perpustakaan Palnam

Sederet penulis asli banua memang banyak yang memproduksi karya buku berbahasa Banjar. Buku aneka tema inilah yang jadi buruan pembaca.

Buku Bahasa Banjar Karya Penulis Asli Banua Disuka Pembaca Banua di Perpustakaan Palnam
HO/Dispersip Kalsel
Kepala Dispersip Kalsel Hj Nurliani Dardiesaat menerima rombongan Tim Pembina PKK HSU di ruang perpustakaan Palnam, Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Dari sekian banyak judul buku yang menjadi koleksi Perpustakaan Palnam Banjarmasin, buku berbahasa Banjar adalah jenis bacaan yang banyak disuka para penikmat perpustakaan.

Sederet penulis asli banua memang banyak yang memproduksi karya buku berbahasa Banjar. Buku aneka tema inilah yang jadi buruan pembaca.

Koleksi Buku karya penulis banua antara lain Pilanggur (Hatmiati Masy'ud), Mandi Bungas (Dewi Alfianti dkk), Ada Satu Kesah (Prof H Rizali Hadi), Antologi Pantun Banjar (Maria Roesli), Kamus Pamali Banjar (Tajuddin Noor Ganie), Sastra di Tapal Batas (Jamal T Suryanata), Yuk Belajar Basa Banjar, Secercah Hidayah Di Atas Tanah Banjar, Parangmaya (Aliansyah Jumbawuya).

Syair Pangeran Antasari (Selamat Bakumpai), Perang Banjar (Ahmad Barjie), Syair Lamut (Bachtiar Sanderta), Balahindang (Iberamsyah Barbary), Kitab Kambang Rampai Pantun Babasa Banjar (Adjim Ariadi) dan masih banyak lagi.

Baca: Polisi Tetapkan Vanessa Angel Tersangka Prostitusi Online, Ada Bukti Kirim Foto ke Mucikari

Baca: Hasil Otopsi Biddokkes, Ada Memar di Tengkorak Jasad Bayi yang Ditemukan di Teluk Kelayan

Baca: Mbak You Pernah Meramal Artis Inisial A Terjerat Narkoba di 2019, Terkait Penangkapan Aris Idol?

Buku berbahasa Banjar juga disajikan di layanan perpustakaan keliling, koleksi buku tersebut diberi tempat khusus sebagai buku spesial.

Di Perpustakaan Palnam, buku berbahasa Banjar tersedia di ruang local content. Ruanvannya nyaman, lega dan sejuk pasca direnovasi dan dibuka kembali 3 Januari 2019.

Menurut Kadispersip Kalsel, Hj Nurliani Dardie, bahasa Banjar merupakan khasanah kekayaan masyarakat banua. Karena itu, sudah sepantasnya kita jaga dan pelihara bersama keberadaannya.

Kebanggaan terhadap bahasa Banjar harus terus digalakan pada generasi kini dan akan datang. Jangan sampai mereka justru merasa asing dengan bahasa lokalnya sendiri.

“Karena itu, kita selalu mendorong para penulis banua untuk mengangkat tema-tema
lokal, terutama dalam bahasa Banjar. Supaya anak-anak akrab dengan bahasa Banjar," ujarnya.

Di perpustakaan keliling, buku berbahasa Banjar sangat dinikmati masyarakat termasuk para pelajar.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved