Berita Banjarmasin

Mengungkap Rahasia Kekuatan Penari Reog, Angkat Beban Puluhan Kilogram Pakai Gigi, Ini kata Sunarji

Kesenian Reog Ponorogo ternyata juga eksis wilayah di Kalimantan Selatan. Salah satu yang menjadi daya tarik penonton adalah aksi singo barong.

Mengungkap Rahasia Kekuatan Penari Reog, Angkat Beban Puluhan Kilogram Pakai Gigi, Ini kata Sunarji
capture banjarmasin post
Harian Banjarmasin Post Edisi Kamis (17/1/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kesenian Reog Ponorogo ternyata juga eksis wilayah di Kalimantan Selatan. Salah satu yang menjadi daya tarik penonton adalah aksi singo barong. Kepakan bulu merak yang indah dan gerakan yang energik sang penari, membuat kesenian ini terus eksis.

Dadak Merak atau singo barong menjadi ikon utama pada kesenian reog. Penari memakai topeng berbentuk kepala singa dengan mahkota yang terbuat dari bulu burung merak. Dengan berat topeng mencapai puluhan kilogram, topeng disangga leher dan dibawa penari dengan gigi.

Selain latihan, konon kemampuan diperoleh dengan cara spiritual. Tapi, apakah memang ada hal mistis di dalam pergelaran reog? Sunarji, warga Trantang, Desa Karang Bunga, Kecamatan Mandastana, Baritokuala, menceritakan kisahnya sebagai pembarong.

"Di grup kami ada empat orang pembarong. Salah satunya saya," katanya, mengawali percakapan.

Menjadi anggota paguyuban Reog Singo Budoyo Desa Karangbunga, Mandastana, Batola, Sunarji mengakui bahwa dadak merak yang kerap dia pikul beratnya mencapai 35 sampai 40 kilogram.

Baca: Debat Capres Pilpres 2019, Prabowo-Sandi Gelar Simulasi, Jokowi-Maruf Latih Kekompakan

Baca: Debat Capres Pilpres 2019, Ekspresi Dukungan, Yel-yel, Sorak Sorai, Tepuk Tangan Hanya Saat Off Air

Baca: Peringatan Paranormal Mbak You Untuk Raffi Ahmad di Depan Nagita Slavina, 2020 Akan Ada Kejutan

Baca: Live Streaming Malaysia Masters 2019 Kamis (17/1) : Marcus/Kevin Jonatan Christie dan Ginting Main

"Tapi dengan beberapa kegiatan latihan kami bisa memainkannya. Persiapannya ya dengan cara tadi latihan dan latihan terus dan lama-kelamaan dah terbiasa kok. Dan sekarang kita tidak memakai yang mistis-mistis," katanya.

Dia mengatakan beberapa trik yang bisa untuk latihan kadang secara langsung memakai katrol atau timbaan air dan ember itu di isi air atau sebagainya, lalu menariknya pakai mulut. “Dilakukan tidak pakai tangan sebagai mana mestinya, biar kekuatan leher terbentuk," katanya.

Menjadi kesenian yang memiliki nilai-nilai luhur kebudayaan dan tradisi masyarakat Ponorogo, singo barong juga kadang mengangkat orang.

"Bisa dibayangkan, topeng reognya itu sudah 40 kilogram, lalu ditambah orangnya. Berapa kilo betapa beratnya dan tidak semua orang dapat melakukan itu, dan asal perlu diketahui semua itu hanya kemampuan gigi saja dengan cara menggigit bambu yang ada dalam kepala singo barong," katanya.

Senada dikisahkan Febby Pradita yang tergabung di Paguyuban Reog Singo Manggolo Manunggal Banjarbaru. Dia menjadi penari sejak 2009 hingga 2015. Kini, guru SD yang tinggal di Sukarelawan Permai Banjarbaru ini jadi mentor dan melatih anak-anak penari jathil (kuda kepang). Dia mengatakan ada kesan bangga sebagai penari karena ikut melestarikan kebudayaan asli Ponorogo di Kalsel.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved