Breaking News:

KalselPedia

KalselPedia - Sejarah Pasar Terapung versi Kalselpedia, Ada Dukuh, Panyambangan hingga Bapanduk

Di Banjarmasin ada dua Pasar Terapung yakni Pasar Terapung di Muara Kuin dan Pasar Terapung Siring Pierre Tendean di Sungai Martapura.

Penulis: Eka Pertiwi | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/rahmadhani
Pasar terapung di Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Di Banjarmasin ada dua Pasar Terapung yakni Pasar Terapung di Muara Kuin dan Pasar Terapung Siring Pierre Tendean di Sungai Martapura.

1.Pasar Terapung Muara Kuin

Pasar Terapung Kuin Banjarmasin yang telah mendunia dan menjadi salah satu wisata andalan menarik minat turis domestik maupun mancanegara.

Pasar Terapung Kuin Banjarmasin yang telah mendunia dan menjadi salah satu wisata

andalan menarik minat turis domestik maupun mancanegara. (Istimewa)

Berdasarkan sejarahnya, Pasar Terapung merupakan pasar yang sudah ada sejak zaman berdirinya Kerajaan Banjar.

Pasar Terapung merupakan pasar yang tumbuh secara alami.

Karena posisinya berada di muara sungai.

Selain itu, warga Banjarmasin hidup dan tumbuh di bantaran.

Sehingga proses jaul belinya berada di sungai.

Pasar Terapung juga tak lepas dari berkembangnya Kerajaan Banjar baik secara ekonomi maupun politik.

Dimana, di pusat Kerajaan Banjar di kawasan Kuin.

Baca: Debat Pilpres 2019, Benarkah Rekrutmen CPNS Sudah Berjalan Transparan? Jokowi Sebut Anaknya Gagal

Baca: FOTO VIRAL, Kakek Mederita Stroke Dikerangkeng Tanpa Pakaian, Anak Kandungnya Beri Penjelasan Ini

Baca: Dul Jaelani Sebut Maia Estianty Singgung Soal Mulan Jameela Kala Umrah Bareng Al Ghazali

Baca: KalselPedia - Lapangan Pahlawan Amuntai, Ada Odong-odong hingga Alat Fitness

Baca: KalselPedia - Itik Alabio Bukan Cuma Enak Disantap, Juga Jadi Maskot Favorit Kota Amuntai

Pasar Terapung Muara Kuin merupakan pusaka saujana Kota Banjarmasin.

Para pedagang dan pembeli menggunakan jukung, sebutan perahu dalam bahasa Banjar.

Pasar ini mulai setelah salat Subuh sampai selepas pukul 07.00 Wita.

Matahari terbit memantulkan cahaya di antara transaksi sayur-mayur dan hasil kebun dari kampung-kampung sepanjang aliran sungai Barito dan anak-anak sungainya.

Para pedagang wanita yang berperahu menjual hasil produksinya sendiri atau tetangganya disebut dukuh.

Sedangkan tangan kedua yang membeli dari para dukuh untuk dijual kembali disebut panyambangan.

Keistemewaan pasar ini adalah masih sering terjadi transaksi barter antar para pedagang berperahu, yang dalam bahasa Banjar disebut bapanduk.

2. Pasar Kuin di Siring Pierre Tendean

Hebohnya suasana Pasar Terapung di jantung Kota Banjarmasin.
Hebohnya suasana Pasar Terapung di jantung Kota Banjarmasin. (edi nugroho)

Pasar Terapung buatan yakni Pasar Terapung Siring Pierre Tendean di Sungai Martapura.

Pasar terapung buatan yang digagas oleh Pemerintah Kota Banjarmasin ini, relatif lebih mudah untuk dinikmati.

Selain berada tepat di tengah Kota Banjarmasin.

Pasar Terapung satu ini tak perlu repot menggunakan perahu atau jukung untuk menjangkaunya.

Cukup datang ke Siring Pierre Tendean.

Pasar ini berdiri sejak 2015 lalu. Bahkan, Pada 2017 lalu dibangun dermaga apung untuk pedagang bersandar dan mejajakan jualannya.

Pasar terapung ini juga melakukan transaksi di dermaga apung.

Sehingga mudah untuk dijangkau oleh wisatawan.

(Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved