Menguak Film Kasturi Tahun 3515 M

Bikin Film Masa Depan tentang Buah K' AST U-RI, Daya Imajinasi Jadi Tantangan Bagi Tim

Membuat satu film yang menggambarkan tentang masa depan ternyata menjadi tantangan tersendiri bagi M Syahriel M Noor.

Bikin Film Masa Depan tentang Buah K' AST U-RI, Daya Imajinasi Jadi Tantangan Bagi Tim
Ade Hidayat untuk banjarmasinpost.co.id
Proses pembuatan film K'AST U-RI di Rumah Jomblo Banjabaru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN- Membuat satu film yang menggambarkan tentang masa depan ternyata menjadi tantangan tersendiri bagi M Syahriel M Noor. Lelaki itu merupakan sutradara dalam film K' AST U-RI yang menggambarkan keadaan lingkungan pada tahun 3515 Masehi.

"Kesulitan dalam membuat film pasti ada, tapi itu saya anggap sebagai tantangan," ucap Syahriel.

Karena bercerita tentang masa depan, Syahriel mengungkapkan timnya mengalami kendala pada pengembangan imajinasi atau daya khayal pada masa itu.

Baik kreator maupun pemain dikatakan olehnya sempat mengalami kesulitan untuk menggambarkan masa depan. Namun nyatanya terbayarkan oleh ratusan tepuk tangan yang mengakhiri pada moment pemutaran film tersebut.

Baca: Melihat Kerusakan Lingkungan di Tahun 3515 M via Film Pendek, Kasturi Jadi Penyelamat?

Proses pembuatan film KASTURI saat di lokasi rumah jomblo Banjarbaru.
Proses pembuatan film KASTURI saat di lokasi rumah jomblo Banjarbaru. (Foto dari Ade Hidayat untuk Banjarmasinpost.co.id)

Pada film K' AST U-RI, dipaparkan Syahriel ialah tentang bagaimana empat tokoh utama melindungi buah kasturi yang merupakan tumbuhan endemik Kalimantan.

Baca: Jadwal Semifinal & Link Live Streaming Malaysia Masters 2019, Marcus/Kevin vs Malaysia

Baca: Naomi Zaskia Ngaku Suka Pria Berumur & Berdasarkan Zodiak, Begini Karakter Sule Berbintang Scorpio

Dipadukan balutan nuansa masa depan yang tergambar dari cara berpakaian dan lingkungan yang terimajinasi dalam film tersebut.

Sebutnya untuk konsep masa depan menurut Ariel memang lebih menantang pada daya imajinasi. Sementara pemilihan pohon kasturi, karena tumbuhan itu khas daerah Borneo.

(banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved