Berita Banjarmasin

Harga Elpiji 3 Kg Semakin Tak Wajar, Para Ketua RT Bingung, Banyak Warganya yang Kesulitan Membeli

Ketua RT 18 Kelurahan Pekapuran Raya Kecamatan Banjarmasin Timur, Arbani hanya bisa pasrah menyusul tingginya harga elpiji.

Harga Elpiji 3 Kg Semakin Tak Wajar, Para Ketua RT Bingung, Banyak Warganya yang Kesulitan Membeli
BPost Cetak
Blitz edisi cetak Sabtu (19/1/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ketua RT 18 Kelurahan Pekapuran Raya Kecamatan Banjarmasin Timur, Arbani hanya bisa pasrah menyusul tingginya harga elpiji.

Dia dan warganya terpaksa membeli elpiji subsidi volume tiga kilogram di tiga pangkalan di kelurahan setempat seharga Rp25 ribu.

“Mau gimana lagi, dari pada tidak bisa masak. Elpiji melon ada saja barangnya, tapi harganya tinggi sekali,” keluhnya.

Tiga pangkalan gas bersubsidi yang ada di dekat kawasan rumahnya mencapai Rp 25 ribu per tabung.

Padahal, Harga Eceran tertinggi (HET) nya hanya Rp 17.500 per tabung.

Baca: Metro City Jadi Pilihan Lokasi Syuting Film 3515, Fakta Lokasi Dianggap Gedung Tertimbun Tanah

Baca: Persiapan Ahok yang Dikabarkan Akan Mempersunting Bripda Puput, Addie MS Sempat Ketahui Ini

Baca: Naomi Zaskia Ngaku Suka Pria Berumur & Berdasarkan Zodiak, Begini Karakter Sule Berbintang Scorpio

Baca: Pernah Jadi Pacar Reino Barack, Sandra Dewi Ungkap Alasan Pacaran dan Nikah Diam-Diam Harvey Moeis

Baca: Aura Kasih Buka Opsi Berhenti dari Dunia Artis Sejak Jadi Istri Eryck Amaral, Cek Syaratnya

Tragisnya lagi, harga di tingkat eceran lebih parah, yakni Rp 35 ribu sampai Rp40 ribu.

Kondisi melangitnya harga gas melon ini, sambung Arbani, sudah berlangsung tiga bulan terakhir.

Diharapkan, Pemko Banjarmasin dan Pertamina bisa menormalkan kembali harga gas subsidi untuk warga miskin tersebut.

“Kan kasihan warga kami. Sebagian besar profesi warga itu buruh lepas harian dan pekerja serabutan. Kalau beli gas subsidi sampai Rp40 ribu, kan sudah di luar kewajaran,” kata Arbani.

Kondisi serupa dialami oleh Nurul Hidayah, Ketua RT 05, Pasar Lama, Kecamatan Banjarmasin Tengah.

Nurul juga bingung selama empat bulan terakhir harga elpiji subsidi untuk warga tak mampu sudah tidak normal lagi.

Sebab, harga gas melon di tingkat pangkalan di kawasan Pasar Lama sudah di atas HET, yakni Rp20 ribu.

“Harga gas subsidi di tingkat eceran lebih tinggi lagi. Bahkan, dalam beberapa hari terakhir, elpiji malah kosong. Warga RT05 Pasar Lama saat ini malah mencari elpiji sampai ke Kayu Tangi. Mau gimana lagi harus berburu ke tempat lain agar bisa memasak,” katanya.

Nurul mengharapkan agar distribusi elpiji subsidi tiga kilogram kembali normal dan harganya kembali ke HET, Rp17.500.

Lebih baik lagi jika ada operasi pasar sehingga bisa menormalkan kembali harga elpiji.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved