KaltengPedia

KaltengPedia - Ini Maksud Presiden Soekarno Membangun Trans Kalimantan di Kalimantan Tengah

Jalan Tjilik Riwut adalah jalur yang menghubungkan Kota Palangkaraya menuju Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah.

KaltengPedia - Ini Maksud Presiden Soekarno Membangun Trans Kalimantan di Kalimantan Tengah
Banjarmasinpost.co.id/Faturahman
Patung Tjilik Riwut di Jalan Tjilik Riwut Palangkaraya, sejuah 34 kilometer ini dirintis oleh insinyur dari Rusia yang dibangun saat Soekarno masih menjabat sebagai presden pertama RI. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Jalan Tjilik Riwut adalah jalur yang menghubungkan Kota Palangkaraya menuju Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah. Selain itu, jalan ini juga merupakan penghubung antar provinsi di Pulau Kalimantan dan memiliki sejarah tersendiri.

Bertapa tidak, jalan tersebut memang dirancang oleh Presiden Pertama RI, Soekarno untuk menyatukan daerah-daerah di pulau Kalimantan.

Jalan tembus antar provinsi di Kalimantan tersebut saat ini dikenal dengan jalan darat Trans Kalimantan. Jalan Tjilik Riwut yang menghubungkan Kota Palangkaraya- Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur jaraknya sejauh 200 kilometer lebih.

Tujuan Ir Soekarno membangun jalan Trans Kalimantan tentunya agar jalan tersebut menjadi jalan penghubung antar pulau kalimantan dari Kaltim, Kalsel, Kalteng hingga Kalbar. Namun, khusus untuk Jalan Tjilik Riwut yang diambil dari nama pahlawan Kalteng, turut di bangun oleh sejumlah insinyur, Pemerintah Rusia dengan panjang 34 kilometer.

Baca: KalselPedia - Masjid Pusaka Desa Banualawas, Salah Satu Masjid Tertua di Tabalong

Baca: KalselPedia - Sejarah Pasar Terapung versi Kalselpedia, Ada Dukuh, Panyambangan hingga Bapanduk

Baca: KalselPedia- Pasar Tungging Belitung, Pilihan Belanja Murah Bagi Kamu yang Berbudget Rendah

Jalan sepanjang 34 km tersebut membentang dari Palangkaraya- menuju Tangkiling, jalan tersebut dibangun pada permukaan tanah yang bertekstur lahan gambut. Jalan sejauh 34 kilometer ini, termasuk jalan yang kokoh sehingga tidak mudah rusak akibat mengalami penurunan.

Ini diakui, Direktur Bina Teknik Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) P. Subagyo yang menjelaskan, keunggulan jalan terutama dengan perencanaan konstruksi jalan yang dirancang dengan baik, dibangun tahun 1960 an.

Berdasarkan informasinya, jalan gambut tersebut , digali kemudian ditimbun sirtu (pasir batu), sehingga jalan menjadi kuat dan kokoh metode ini diterapkan karena permukaan gambut di jalur tersebut cukup tebal. Namun, hingga saat ini jalan tersebut tidak mengalami kerusakan meski umurnya mencapai 50 tahun lebih.

Kepala PUPR Kalteng, Salahuddin, Sabtu (19/1/2019) menyebut, jalan tersebut selalu dilakukan pemeliharaan, sehingga sejak awal dibangun, sampai saat ini jalan tetap terpelihara dengan baik."Anggaran pemeliharaan jalan kami siapkan untuk peningkatan jalan dalam kota dan luar kota," ujarnya.

(banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved