KalselPedia

KalselPedia: Pakaian Adat Penganten Banjar, Dipakai Hingga ke Pelosok Kalimantan Selatan

KalselPedia: Pakaian Adat Penganten Banjar adalah pakaian yang digunakan dalam upacara pernikahan suku Banjar, terutama di Kalimantan Selatan

KalselPedia: Pakaian Adat Penganten Banjar, Dipakai Hingga ke Pelosok Kalimantan Selatan
Buku Karangan Kawang Youdha
Pakaian Penganten Adat Banjar. 

Busana jenis keempat ini merupakan perkembangan busana adat pengantin Banjar di era modern, dan biasanya dengan tambahan jilbab untuk pengantin perempuannya. Ketiga jenis busana adat pengantin ini memiliki asal-usul perbedaan yang jauh, baik dari sisi wujud, assesoris, warna, tata cara pemakaian, maupun makna simbolnya.

Pakaian Penganten Adat Banjar.
Pakaian Penganten Adat Banjar. (Buku Karangan Kawang Youdha)

Perbedaan ini disebabkan oleh perbedaan terciptanya ketiga busana tersebut. Terlepas dari kontroversi yang ada, perbedaan-perbedaan ini menunjukkan bahwa leluhur Banjar memiliki daya cipta yang kaya.

Busana adat pengantin Banjar menjadi ciri identitas kebudayaan orang Banjar yang berkepribadian terbuka terhadap perkembangan.

Menurut Gazali Usman, Busana adat pengantin jenis bagajah gamuling baular lulut menurut sejarah diciptakan leluhur Banjar sekitar abad ke 15 dan Masehi dan diangggap sebagai busana adat pengantin yang pertama.

Busana adat jenis ini dipengaruhi oleh kebudayaan Hindu yang tercermin dari pengantin laki-laki yang hanya bertelanjang dada. Busana jenis yang sama juga dapat dilihat dari daerah Jawa, Bali, Dayak, atau Lombok.

Dalam sejarahnya, daerah-daerah tersebut juga mendapatkan pengaruh kebudayaan Hindu. Berbeda dengan jenis yang pertama, busana adat pengantin jenis ba’amar galung pancaran matahari, dipercaya telah diciptakan oleh leluhur Banjar pada abad ke 17 dan 18 Masehi.

Busana pengantin jenis ini dipercaya sebagai busana Banjar kedua yang dipengaruhi kebudayaan Hindu dan Islam. Hal ini dikarenakan pada abad tersebut Islam mulai masuk ke wilayah Banjar.

Sementara itu, busana adat pengantin jenis babajukun galung pacinan dipercaya telah tercipta pada abad ke 19 Masehi.

Busana jenis ketiga ini dipengaruhi oleh budaya Arab dan Tiongkok, hal ini terlihat dari wujud busana dan nama pacinan.

Pada abad tersebut, suku Arab dan Cina banyak bermukim di Banjar dan berbaur dengan masyarakat asli Banjar. Dalam kehidupan bermasyarakat terjadi akulturasi perilaku diantara sesama penduduk Banjar.

Halaman
123
Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved