B Focus Urban Life

Banjar Masih Surplus Beras, Beras Banjar Banyak Mengalir ke Daerah Lain di Kalsel

Karena itu pula, beras Banjar lumayan banyak yang mengalir ke daerah lain di Kalsel guna membantu memenuhi kebutuhan pangan pokok (beras) warga Banua

Banjar Masih Surplus Beras, Beras Banjar Banyak Mengalir ke Daerah Lain di Kalsel
BPost Cetak
B Focus edisi cetak Senin (21/1/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Sementara hingga sekarang Banjar masih surplus beras.

Angkanya hampir 50 persen dari total produksi.

Karena itu pula, beras Banjar lumayan banyak yang mengalir ke daerah lain di Kalsel guna membantu memenuhi kebutuhan pangan pokok (beras) warga Banua.

Optimalisasi lahan usaha tani saat ini terus digencarkan, termasuk memanfatkan lahan tidur.

Intensifikasi juga terus diperkuat melalui sentuhan teknologi alsintan maupun pemupukan sehingga diharapkan produktivitas usahatani padi meningkat dari rata-rata saat ini 3-3,9 ton per hektare menjadi 4 hingga 4,5 ton.

Persoalan tersebut menjadi atensi khusus Wakil Bupati Banjar H Saidi Mansyur yang juga menjabat Waket DKP Kabupaten Banjar.

Baca: Julukan Kindai Limpuar Terancam Tinggal Cerita Bila Produksi Padi Kabupaten Banjar Mengalami ini

Baca: KalselPedia : Sejarah Mess L Banjarbaru, Dulu Terkesan Horor Kini Jadi Bangunan Cantik

Baca: Inikah Firasat Sebelum Istri Ustadz Maulana Meninggal Dunia, Chacha Federica Ingat Bahasan Kematian?

Baca: 6 Fakta Ahok Jelang Bebas, Kabar Akan Menikahi Bripda Puput, Panggilan Baru & Akun Youtube BTP

Baca: Cerita Mistis Gua Liang Bangkai Mentewe Tanahbumbu, Ini Penuturan Sekdes Dukuh Rejo

Ia meminta semua pihak terkait serta stakehoulder memperkuat komunikasi.

Pasalnya, sebaik apapun rencana aksi atau program kerja tapi jika komunikasinya lemah maka tak akan mampu mendapatkan hasil yang signifikan.

Dalam upaya menjaga kecukupan dan ketersedian pangan, ia juga meminta instansi teknis terkait agar mendorong masyarakat Banjar untuk mulai membiasakan diversifikasi pangan.

"Kenaikan harga pangan dapat berakibat pada terganggunya akses masyarakat terhadap pangan, terutama bagi kelompok masyarakat miskin dan pengangguran," ucap Saidi.

FAKTA TANAMAN PANGAN

* Potensi Lahan Sawah 59.551,5 ha
- Lahan irigasi 5.497 ha
- Tadah hujan 13.445,5 ha
- Pasang surut 32.251,5 ha
- Lebak 8.357,5 ha
* Bukan lahan sawah 13.757 ha
* Total lahan pertanian 73.309 ha

PETA KONSUMSI 2018
- Poduksi 2018 253.948 ton GKG
- Jumlah penduduk 580.147 jiwa
- Konsumsi terendah 114,30 kg/kapita/tahun
- Total kebutuhan 76.467 ton

ESTIMASI KONDISI 2033
- Jumlah penduduk 725.000 jiwa
- Konsumsi terendah 114,30 kg/kapita/tahun
- Penyusutan lahan 1-8,5 persen
- Defisit 3.319,29 ton
- (Studi kasus produksi tetap)

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved