Berita Banjarmasin

Satpol PP Serahkan SP III pada Warga Terdampak Pembebasan Lahan Proyek Jembatan Alalak

Satpol PP Kota Banjarmasin kembali datangi warga Alalak Utara yang terdampak pembebasan lahan.

Satpol PP Serahkan SP III pada Warga Terdampak Pembebasan Lahan Proyek Jembatan Alalak
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Satpol PP Kota Banjarmasin kembali datangi warga Alalak Utara yang terdampak pembebasan lahan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Satpol PP Kota Banjarmasin kembali datangi warga Alalak Utara yang terdampak pembebasan lahan.

Pasalnya, pada permukiman yang berada di pinggir Jalan Brigjen Hasan Basri, Banjarmasin, Kalsel itu sebelumnya sudah mendapatkan SP I dan SP II dari petugas.

Pascaadanya SP I yang diberikan beberapa waktu lalu, sejumlah warga terlihat masih melakukan pembongkaran pada lokasi tersebut, Senin (21/1/2019).

Sejumlah bangunan sudah tampak rata dengan tanah.

Baca: Gading Marten Sebut Nama Maia Estianty Saat Jelaskan Soal Julie Estelle, Komentar Gisella Anastasia?

Baca: Olga Marah-marah pada Billy Syahputra, Pacar Hilda Vitria Teringat sang Kakak di Momen Ultahnya

Baca: Kebingungan Hotman Paris Saat Wanita Ini Terus Menangis, Lantas Panggil Nama Presiden Jokowi

Baca: Sule Dikabarkan Bakal Nikahi Naomi Zaskia, Ayah Rizky Febian Ungkap 5 Hal Mistis pada Raditya Dika

Baca: Gerhana Bulan & Supermoon 2019 Nanti Malam, Ustadz Abdul Somad Cerita Gerhana Zaman Rasulullah

Namun masih ada beberapa bangunan yang berdiri, sebagaimana ruko empat pintu berwarna ungu di lokasi itu dan dua rumah makan serta toko.

Pemberian SP yang dilakukan oleh petugas Satpol PP diserahkan kepada warga yang belum membongkar rumah mereka.

Danru 13 Satpol PP Kota Banjarmasin, Wagimin mengatakan ada delapan warga yang mendapatkan SP III. Sementara sisanya sudah selesai pembongkaran.

Tinggal memindahkan puing bangunan.

SP III dari Satpol PP Kota Banjarmasin menginformasikan batas waktu pembongkaran, yakni pada tanggal 24 Januari 2019.

Lebih dari itu ucap Wagimin, Satpol PP pun akan bertindak dan melakukan pembongkaran langsung.

"Apabila masih ada yang belum taat. Maka kamilah yang akan membongkarnya pada tanggal 24 itu," ucap Wagimin.

Tak ia pungkiri, ada beberapa warga yang masih meminta tenggang waktu.

Namun jelasnya, SP I sudah dilakukan sejak 11 Januari lalu. Sehingga sempat untuk pindah dan pembongkaran.

(Banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved