Berita Banjarmasin

Warga Terdampak Pembebasan Lahan Jembatan Alalak Kayutangi Sebut Pemerintah Tak Adil Karena Ini

Bagi sebagian warga, Pemko Banjarmasin dirasa mendesak proses pembongkaran tersebut. Bahkan tidak diberikan perpanjangan waktu.

Warga Terdampak Pembebasan Lahan Jembatan Alalak Kayutangi Sebut Pemerintah Tak Adil Karena Ini
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Pengerjaan Jembatan Alalak sudah dimulai, namun masih ada sejumlah bangunan yang berdiri dan belum selesai pembongkaran. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Masa waktu pembongkaran bangunan warga terdampak pembebesan lahan untuk proyek Jembatan Alalak,  Jalan Brigjen Hasan Basri, Banjarmasin, Kalsel, hampir berakhir. Oleh Pemko Banjarmasin, mereka diberi waktu hingga tanggal 24 Januari untuk melakukan pembongkaran tersebut.

Namun rupanya waktu yang diberikan dianggap kurang. Bagi sebagian warga, Pemko Banjarmasin dirasa mendesak proses pembongkaran tersebut. Bahkan tidak diberikan perpanjangan waktu.

Sebagaimana diketahui, SP I sudah diberikan oleh Satpol PP untuk menindaki kelanjutan pembangunan. Sehingga arahan pembongkaran juga dilakukan secara cepat. SP II juga telah dihantarkan. Bahkan pada Senin (21/1/2019) Satpol PP kembali ke lokasi itu menyerahkan SP III.

Tak ada negosiasi lagi yang terjadi. Akan tetapi satu hingga dua warga masih mengharapkan perpanjangan waktu untuk pembongkaran itu. Bahkan kedatangan Satpol PP sempat menuai protes oleh seorang pemilik bangunan yakni Kartasiah.

Baca: Jembatan Kayu Desa Karya Baru Putus, Camat Tabunganen Laporkan ke Dinas PUPR Kabapaten Batola

Baca: Pembongkaran Bangunan Warga Terdampak Pergantian Jembatan Alalak, Kartasiah Ingin Lekas Selesai

Kartasiah merasa pemerintah tidak adil atas terlalu cepatnya masa pembongkaran. Padahal ujarnya warga harus diberi waktu sekitar tiga bulan setelah negosiasi disetujui.

Meski uang sudah diterima, Kartasiah merasa keterbatasan waktu tersebut baginya begitu sedikit. Belum lagi ia harus membongkar bangunan dan memindahkan barang dari toko yang ia miliki.

Pembongkaran di sekitar proyek jembatan Alalak, Jalan Brigjen Hasan Basri Kayutangi.
Pembongkaran di sekitar proyek jembatan Alalak, Jalan Brigjen Hasan Basri Kayutangi. (banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

"SP ini yang membuat saya keberatan. Masa cuma dikasih waktu tiga hari. Sebelumnya saat masa penawaran, setengah bulan kemudian pertemuan berikutnya," ucap Kartasiah sambil memperlihatkan SP dari petugas dan menunjuk petugas.

"Saya tidak merasa dirugikan. Hanya saja waktunya yang begitu sempit," lanjutnya kemudian.

Selain Kartasiah, ada pula Iqbal yang sempat negosiasi soal waktu pembomgakran dengan petugas. Namun ia terlihat menerima saja keputusan untuk membongkar ruko miliknya itu.

Meksi ia rasa waktu sempit hanya tiga hari, akan tetapi dalam satu dua hari ke depan ia akan intens melakukan perpindahan dan pembongkaran.  Terlebih saat ini barang yang dipindahkan ujar Iqbal sudah 70 persen.

Baca: Gading Marten Sebut Nama Maia Estianty Saat Jelaskan Soal Julie Estelle, Komentar Gisella Anastasia?

Baca: Ahok dan Bripda Puput Disebut-sebut Mau Menikah, Ayahanda Puput Buka-bukaan Soal Kelakuan Anaknya

"Rencananya akan kami bongkar sendiri saja. Karena kalau batas waktunya habis dan dibongkar oleh Satpol PP, takutnya kami malah tidak bisa memanfaatkan barang-barang pada bangunan itu," ucap Iqbal.

Selain Iqbal dan Kartasiah, enam orang lainnya juga mendapatkan SP III dari Satpol PP.  Sementara beberapa warga sudah merubuhkan rumah dan tempat usaha milik mereka. Terlebih proyek sudah di mulai untuk pengerjaan pergantian jembatan itu. Bahkan sudah ada pengeboran yang berlangsung di area tersebut.

(Banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti) 

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved