Jembatan Rusak

Demi Masa Depan, Puluhan Pelajar di Batola, Setiap Hari Bertaruh Nyawa Meniti Jembatan 'Maut'

Puluhan pelajar dari RT 3 dan RT 7 Desa Karya Baru Kecamatan Tabunganen, Kabupaten Batola, harus bertaruh nyawa saat menuju ke sekolah.

Demi Masa Depan, Puluhan Pelajar di Batola, Setiap Hari Bertaruh Nyawa Meniti Jembatan 'Maut'
BPost Cetak
BPost edisi cetak Selasa (22/1/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATOLA - Puluhan pelajar dari RT 3 dan RT 7 Desa Karya Baru Kecamatan Tabunganen, Kabupaten Batola, harus bertaruh nyawa saat menuju ke sekolah.

Setiap hari mereka terpaksa melewati jembatan miring dan nyaris roboh.

“Kasihan, setiap hari mereka (pelajar) harus meniti jembatan miring sepanjang 225 meter itu. Mereka harus berhati-hati agar tidak tercebur ke sungai. Saya sendiri tidak tega melihat anak-anak sekolah meniti jembatan miring itu. Saya sudah melarang, tapi anak-anak tetap melewati jembatan tersebut,” kata Kepala Desa Karya Baru, Tarmiji, Senin (21/1).

Baca: Daftar 21 Artis Terlibat Prostitusi Online Selain Vanessa Angel dan Eks 2 Finalis Puteri Indonesia

Baca: Pernikahan Impian Syahrini dan Luapan Kecewa Aisyahrani Soal Kedekatan Eks Luna Maya, Reino Barack

Baca: Tudingan Nia Ramadhani Kebohongan Kriss Hatta Soal Hilda Vitria yang Kini Jadi Pacar Billy Syahputra

Baca: Penampakan Nagita Slavina & Paula Verhoeven Berhijab, Istri Raffi Ahmad & Baim Wong Kian Bersinar?

Tarmiji mengimbau kepada para orangtua agar mendampingi anak-anaknya saat meniti jembatan miring.

“Jangan biarkan mereka, khusus anak SD dan SMP, melewati jembatan seorang diri, karena sangat berbahaya,” ujarnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved