Keunikan Masjid Lancip di Amuntai

Jemaah Masjid Lancip Selalu Ramai, Warga Kagumi Sejarah Masjid Tertua di Amuntai Itu

Masyarakat desa sekitar sampai saat ini masih menjalankan ibadah sholat Jumat di Masjid Assu'ada yang merupakan masjid tua dan bersejarah di Amuntai.

Jemaah Masjid Lancip Selalu Ramai, Warga Kagumi Sejarah Masjid Tertua di Amuntai Itu
banjarmasin post group/ reni kurnia wati
Jemaah sedang berada di dalam Masjid Lancip di Amuntai, Kabupaten HSU 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Masyarakat desa sekitar sampai saat ini masih menjalankan ibadah sholat Jumat di masjid Assu'ada yang merupakan masjid tua dan bersejarah di Amuntai.

Dulu masjid ini tempat dilaksanakan mengaji duduk, yang mana para jamah pengajian dari beberapa kampung dan bahkan konon dari kampung Negara datang ke Waringin dengan perahu tambangan untuk mengaji di Waringin yang saat itu tekenal memiliki ulama besar seperti halnya H Abdul Gani.

Oleh karena itu, ada yang mengaitkan bahwa asal nama desa Waringin karena dahulunya desa ini tempat beradanya ulama-ulama yang Wara’ yakni istilah bagi ulama yang apik dalam melaksanakan ibadah.

Ada pula yang mengatakan bahwa dinamakan Waringin karena dahulunya di tepian sungai Waring ini tumbuh pohon beringin.

Baca: Rekap Bursa Transfer Pemain Liga 1 2019, Mulai Madura United, Barito Putera, Persija, Persib Bandung

Baca: Jadwal Jalan Tol Banjarbaru-Batulicin Siap Dilewati, Kondisi Terkini Progres Pengerjaannya

Baca: Jadwal Haul Habib Basirih dan Penjelasan Panitia Saat Pelaksanaan Dikaitkan dengan Partai & Paslon

Baca: Daftar Inisial 21 Artis Diduga Terkait Prostitusi Online Artis FT Vanessa Angel Diungkap Polda Jatim

Pada saat didirikan untuk pertama kalinya dan ketika bangunan masjid ini dipindah ke lokasi sekarang ini, masjid ini dahulunya bernama Masjid Assuhada.

Penamaan itu mungkin berkaitan dengan usaha para pendiri masjid yang berdakwah menyebarkan Islam di daerah Waringin dan sekitarnya dan mendirikan masjid di sini. Perjuangan mereka dianggap jihad fi sabilillah dan mereka yang berada di jalan itu disebut sebagai syuhada atau syahid.

(banjarmasinpost.co.id/ reni kurnia wati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved