Berita Gempa Bumi

Diguncang Gempa Magnitudo 6, Warga Sumba Barat Lari Berhamburan dan Bunyikan Tiang Listrik

Gempa bumi magnitudo 6 mengguncang Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (23/1/2019) malam.

Diguncang Gempa Magnitudo 6, Warga Sumba Barat Lari Berhamburan dan Bunyikan Tiang Listrik
bodnarchuk
Ilustrasi gempa. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, WAIKABUBAK - Gempa bumi magnitudo 6 mengguncang Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (23/1/2019) malam.

Guncangan gempa tersebut juga dirasakan cukup kuat oleh warga Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur.

Yayo, warga Kota Waingapu, kepada Kompas.com, Rabu malam mengatakan, getaran gempa tersebut dirasakan cukup lama, sehingga banyak warga berhamburan keluar rumah.

"Tadi guncangan gempa keras sekali dan berlangsung sekitar 4 sampai 5 detik lamanya, sehingga saya bersama keluarga dan tetangga lainnya lari keluar rumah," katanya

Baca: Wakil Ketua DPRD Kota Banjar dan Ajudannya Langsung Tewas, Mobil Plat Merah Tabrak Truk Tronton

Baca: Terungkap Penyebab PSS Sleman Mampu Berjaya di Kandang Barito Putera, Ini Bukan Barito Sebenarnya!

Baca: Sedang Berlangsung! Live Streaming Mata Najwa PSSI Bisa Apa Jilid 3 via Live Streaming Trans7

Menurut Yayo, guncangan pertama sangat keras, kemudian terasa pelan dan itu berlangsung beberapa detik.

"Meski goncangan keras, tapi rumah kami tidak rusak," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Dion Umbu Ana Lodu, warga lainnya yang juga merupakan wartawan media televisi nasional yang bertugas di Sumba Timur.

"Banyak warga yang berhamburan keluar rumah. Mereka berteriak sambil membunyikan tiang listrik, karena getaran gempa terasa kuat sekali," ujar dia.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Waingapu Arief Tyastama mengatakan, gempa dengan magnitudo 6 tersebut terjadi pada pukul 19.39 Wita.

Lokasi gempa bumi berada pada 10,29 derajat lintang selatan dan 118,89 derajat bujur timur.

"Pusat gempa bumi berada pada 92 kilometer barat daya Kabupaten Sumba Barat dengan kedalaman 10 kilometer," kata Arief.

Saat ini, kata Arief, pihaknya belum mendata bangunan yang rusak akibat gempa itu.

Berita Ini Juga Ada di KOMPAS.COM

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved