OTT KPK

Kecurigaan Asera Terbukti Anggota DPRD Kalteng Diciduk KPK, Minta Diperiksa Meski Pakai Sandal Jepit

Anggota DPRD Kalimantan Tengah H Muhammad Asera atau HM Asera dan anggota Komisi B lainnya sedang berada di Hotel Sultan, Jakarta

Kecurigaan Asera Terbukti Anggota DPRD Kalteng Diciduk KPK, Minta Diperiksa Meski Pakai Sandal Jepit
KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN
Anggota DPRD Kalimantan Tengah bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (23/1/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Anggota DPRD Kalimantan Tengah H Muhammad Asera atau HM Asera dan anggota Komisi B lainnya sedang berada di Hotel Sultan, Jakarta, saat Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menggelar operasi tangkap tangan pada 27 Oktober 2018 lalu.

Keberadaan Asera dan legislator lainnya di Jakarta, sebenarnya untuk membahas rancangan peraturan daerah dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Namun, Asera tak menyangka hari itu empat orang rekannya menjadi target operasi tangkap tangan.

Asera menceritakan secara rinci kejadian tersebut saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (23/1/2019). Asera bersaksi untuk tiga pejabat Sinarmas yang didakwa menyuap anggota DPRD Kalimantan Tengah.

Baca: OTT KPK di Provinsi Lampung Berhasil Bekuk Bupati Mesuji, Kasus Suap Proyek Infrastruktur

Baca: Link Live Streaming Indonesia Masters 2019 - 3 Perang Saudara Tontowi/Liliyana Vs Hafiz/Gloria!

Baca: Ternyata Penerimaan CPNS 2019 Maret Nanti Khusus Tiga Daerah Ini, Kalsel dan Kalteng?

Pakai sandal jepit.

Asera yang merupakan politisi senior Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu kaget saat diberitahu oleh staf bahwa ada anggota Komisi B yang dibawa oleh petugas KPK. Mendengar kabar tersebut, Asera yang sedang bersantai di hotel, langsung berusaha mencari kebenaran informasi tersebut.

Tanpa berpikir panjang, mantan pensiunan anggota Polri itu langsung mendatangi Gedung Merah Putih KPK di Kuningan, Jakarta. Asera yang dilanda rasa penasaran begitu terburu-buru hingga lupa bahwa dia belum menggunakan sepatu.

"Yang lucunya, saya ternyata masih pakai sendal jepit. Ternyata masih diperbolehkan masuk oleh KPK," ujar Asera kepada majelis hakim.

Asera kemudian meminta agar dirinya dapat diperiksa dan memberikan keterangan kepada penyidik KPK. Setelah beberapa jam memberikan keterangan, Asera diminta menandatangani berita acara pemeriksaan (BAP).

Namun, Asera ternyata belum puas setelah memberikan keterangan. Asera meminta izin kepada penyidik untuk menunggu sampai empat rekannya yang ditangkap diumumkan sebagai tersangka dan keluar mengenakan rompi oranye.

"Saya tanya, boleh enggak saya nunggu pengumuman tersangka. Sampai mereka keluar pakai rompi oranye, barulah saya tahu yang membuat jadi ramai-ramai ini," kata Asera.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved