Berita Banjarmasin

NEWS VIDEO : Wali Kota Banjarmasin Beri Tambahan Waktu 3 Hari untuk Bongkar Rumah Terdampak Proyek

NEWS VIDEO : Wali Kota Banjarmasin Beri Tambahan Waktu 3 Hari untuk Bongkar Rumah Terdampak Proyek

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Satpol PP Kota Banjarmasin langsung menghentikan aski pembongkaran bangunan di area pembebasan lahan Alalak Utara, Jalan Brigjen Hasan Basri Banjarmasin, Kalsel.

Pasalnya, Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina yang juga meninjau tempat tersebut memberikan masa tenggang lagi untuk pembongkaran, Kamis (24/1/2019).

Keputusan itu diambil Ibnu karena adanya permohonan dari warga yang terdampak pembebasan lahan untuk pergantian Jembatan Alalak Utara.

Disampaikan oleh Kasatpol PP dan Damkar Kora Banjarmasin, Hermansyah, pembongkaran dihentikan sementara karena ada kebijakan dari Wali Kota Banjarmasin. Sehingga untuk pembongkaran sejumlah bangunan yang dijadwalkan bersih pada hari itupun ditunda.

Baca: Daftar Juara Kontes Durian se-Kalsel, Si Tapai dan si Pengatin Durian Ternyata dari Kota Banjarbaru

Baca: Jacksen F Tiago Bicara Peluang Barito Putera Saat ke Kandang PSS Sleman di Leg 2 Piala Indonesia

Baca: Hasil Indonesia Masters 2019 - Marcus/Kevin ke Perempatfinal Setelah Menangi Perang Saudara

“Untuk sementara dihentikan. Namun apabila Senin (28/1/2019) belum bersih, mau tidak mau akan kami bongkar,” jelasnya.

Hermansyah menerangkan ada sekitar delapan unit bangunan yang masih berdiri. Ke delapan unit itu pula telah mendapatkan SP III dari pihaknya sejak beberapa waktu lalu. Selain itu malam hari sebelum pembongkaran dilakukan, pihaknya juga telah melakukan pembicaraan dengan warga yang terdampak.

Sementara ketika aksi Satpol PP memindahkan barang warga sebelum kedatangan Ibnu Sina, Hermansyah mengatakan pihaknya telah meminta maaf kepada warga setempat. Khususnya pengunjung Toko Kembar yang saat itu mereka bongkar.

Selain itu jelas Herman pula, seharusnya toko tersebut telah tutup karena mengetahui rencana pembongkaran hari ini.

Baca: Jadwal Baru Piala AFF U-22 2019 Usai Mundurnya Timnas U-22 Brunei dan Singapura

Terlepas dari itu, ia menurunkan sekitar empat pleton personilnya untuk penangan pembongkaran. Kendala yang dihadapi ujar Hermasnyah ialah adanya bangunan ruko empat pintunyang memerlukan waktu untuk dibongkar.

Sedangkan untuk penolakan dari warga, ia mengatakan warga terdampak telah menandatangani berita acara dan berkomitmen untuk membongkar bangunan pascamendapatkan uang ganti dari lahan, bangunan dan usaha di lokasi tersebut.

(banjarmasinpost.co.id/ Isti Rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved