Berita Tanahlaut

Penjelasan Pertamina Tentang Tingginya Harga Elpiji 3 Kg di Kabupaten Tanahlaut

Penjelasan Pertamina Tentang Tingginya Harga Elpiji 3 Kg di Kabupaten Tanahlaut

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Warga di Kabupaten Tanahlaut menyebut adanya kelangkaan gas elpiji 3 kilogram bersubsidi. Kalaupun ada, harga eceran tertinggi (HET) di masyarakat melambung.

Sales Executive LPG Kalsel, Aditya Agung selalu ada penambahan setiap tahun termasuk di Kabupaten Tanahlaut. Pertamina menolak adanya pengurangan pendistribusian elpiji ke Kabupaten Tanahlaut. 

Selama ini sebutnya pihaknya rutin menyetorkan data terkait pendistribusian elpiji ke Pemda setempat.

Saat ini diakuinya terkait kelangkaan gas elpiji tiga kilogram sudah tak lagi dikeluhkan namun lebih banyak kepada masalah harga elpiji yang mahal.

Baca: Reaksi Tak Terduga Billy Syahputra Usai KPI Tegur P3H Karena Adu Jotos dengan Pengacara Kriss Hatta

Baca: Hasil Indonesia Masters 2019 - Ahsan/Hendra ke Semifinal, Kalahkan Li Junhui/Liu Yuchen

Menstabilkan harga di satu desa desa lain memang sebutnya tergolong berat. Bahkan Pemkab Tanahlaut sebutnya juga mengalami kesulitan menentukan harga het di daerah yang memiliki banyak kecamatan dan desa-desa.

Terlebih daerah di Tanahlaut yang masih harus dijangkau melalui sungai dan jalan yang panjang dan rusak. Sehingga sebutnya wajar jika ada perbedaan harga di desa satu dengan desa lain. Meski begitu tambahnya kawasan yang berdekatan dengan kota tetap harus sesuai het.

"Penentuan Het kan juga harus menyesuaikan dengan kondisi geografis dan armadanya," sebutnya, Jumat (25/01/2019).

Baca: Link Live Streaming Persela vs Persik Kendal di Jawapos TV, Babak 32 Besar Piala Indonesia Malam Ini

Terkait harga yang tak sesuai HET sebutnya bisa laporkan ke Pertamina dan akan ditindaklanjuti. Jika laporan benar-benar valid maka sebutnya akan ditindaklanjuti dengan pemberian sanksi.

Saat ini ujarnya sudah ada tiga pangkalan yang dihentikan suplainya dan dioperapasarkan di dekat pangkalan tersebut.

(banjarmasinpost.co.id/ Milna Sari)

Penulis: Milna Sari
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved