Operasional BRT

BRT Segera Operasional, ini yang Dipertanyakan Para Sopir Angkot Konvensional

Ketua DPO Organda Gambut, berharap pemerintah juga memperhatikan nasib para taksi konvensional termasuk di Gambut.

BRT Segera Operasional, ini yang Dipertanyakan Para Sopir Angkot Konvensional
BPost Cetak
Blitz edisi cetak Sabtu (26/1/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Ketua DPO Organda Gambut, berharap pemerintah juga memperhatikan nasib para taksi konvensional termasuk di Gambut.

"Ya dengan pengoperasional ini pasti akan sedikit banyak mempengaruhi piring nasi sopir. Kita di Gambut ada 100 unit. Kalau BRT berjalan, bagaimana nasib kami," ujarnya.

Dewan Pengurus Daerah (DPD) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kalimantan Selatan (Kalsel) menyambut baik akan segera dioperasionalkannya proyek Bus Rapid Transit (BRT) Banjarbakula.

Sekretaris Organda DPD Kalsel, Hamsi Mansur berharap pemerintah dalam hal ini Dinas Perhubungan Baik tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota se Kalsel bisa libatkan angkutan Kota yang sudah ada.

Baca: Baim Wong Cari Ibu Pedagang Pisang Usai Vlognya Bersama Paula Verhoeven Jadi Trending No 1 Youtube

Baca: Vanessa Angel Tersangka Prostitusi Online, Sang Ayah Blak-blakan Soal Perasaan Sayang pada Vanessa

Baca: Reaksi Sophia Latjuba Ketahui Ariel NOAH Jalan Bareng Pevita Pearce, Luna Maya Ogah Dihubungkan

Baca: Delon Mabuk Judi Online, Yeslin Wang Harus Bergelut dengan Utang Miliran Selama 5 Tahun, Lalu Cerai!

Sinkronisasi antara proyek BRT dengan Organda khususnya di sektor angkutan dalam kota dan antar kota menurutnya penting agar angkutan yang sudah ada selama ini tidak tersingkirkan.

Sehingga unit-unit angkutan baik dengan rute dalam maupun antar kota selama ini di Kalsel bisa terus eksis menyatu dengan proyek ini.

Hal ini juga menurutnya masuk akal apalagi hingga mendekati uji coba dan operasional perdana proyek BRT Banjarbakula, jumlah angkutan bus yang dimiliki pemerintah untuk proyek ini belum ideal.

"Kami secara pribadi maupun organisasi sambut baik adanya BRT di Kalsel, ini sangat bagus agar Kalsel juga miliki transportasi angkutan yang modern seperti di Kota besar lain di Jawa," kata Hamsi.

Terkait konsep operasional, Hamsi menyarankan Pemerintah menyiapkan halte khusus yang juga dijaga oleh petugas halte.

Hal ini menurutnya juga penting untuk menjaga halte tetap nyaman dan hindari munculnya berbagai resiko operasional terhadap masyarakat yang menjadi penumpang.

"Kalau seperti di Kota lain kan dijaga oleh petugas, supaya halte tidak jadi tempat nongkrong orang-orang tidak jelas dan malah memicu tindak kriminal," terangnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved