Ekonomi dan Bisnis

YLKI Tuding Harga Tiket Pesawat Mahal karena Ada Kartel, Garuda Membantah, KPPU Pun Lakukan Ini

Tudingan adanya kartel dalam kenaikan harga tiket pesawat kembali menyeruak. Kali ini, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) yang mengendus

YLKI Tuding Harga Tiket Pesawat Mahal karena Ada Kartel, Garuda Membantah, KPPU Pun Lakukan Ini
SHUTTERSTOCK
Tiket pesawat. 

Menurut Tulus, membicarakan soal tarif antar para maskapai merupakan hal yang tabu. Atas dasar itu, dia menilai konferensi pers yang digelar para maskapai secara bersamaan untuk menurunkan harga tiket pesawat merupakan sebuah keanehan.

"Ini kan aneh bin ajaib, artinya dugaan terhadap praktik tidak sehat menjadi sangat tinggi walaupun mereka belum menyundul tarif batas atas. Tapi menyundul atau tidak, fenomena ke arah sana jadi sangat besar. Sebenarnya mereka adakan jumpa pers bersama itu jadi blunder karena tidak boleh bicara tarif bersama-sama," ucap dia.

Bantahan Garuda

Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Akhsara mengakui perusahaannya lah yang pertama kali menaikan harga tiket pesawat.

Menurut dia, setelah Garuda Indonesia menaikan tarif, maskapai lainnya ikut menaikan harga tiket pesawatnya.

Namun, pria yang juga menjabat ketua umum INACA ini membantah adanya kesepakatan antar maskapai untuk sama-sama menaikan harga tiket.

"Bukannya sepakat. Nah yang sepakat itu menurunkan harga. Kalau sepakat menaikan harga, harganya bisa sama dong. Itu namanya oligopoli, tapi ini kan karena saya (Garuda) naik ya mereka (maskapai lain) naik," kata Ari.

Ari pun mengaku pernah dipanggil KPPU mengenai hal tersebut. Dia sudah menjelaskan secara rinci bagaimana proses penentuan kenaikan harga tiket pesawat.

Dia juga ditanyai mengenai hubungannya dengan maskapai lain yang ikut menaikkan harga tiket pesawat.

Menurut Ari, pihaknya telah kooperatif dalam pemanggilan oleh KPPU. Dia pun pasrah mengenai apa yang jadi keputusan KPPU mengenai hal tersebut.

"Sudah kita terangkan semua, kita sampaikan semua dan sekarang kita tinggal menunggu (keputusan) dari KPPU saja," kata Ari.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved