Kuliner
Jangan Remehkan Menu Paru Pedas di Rumah Makan ini, Sekali Mencoba, yang Tidak Suka pun Jadi Suka
Rumah Makan Nona Merawa yang berlokasi di Jalan Mahligai, Km7, Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, memang banyak menyajikan menu bercitarasa pedas.
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - MAKANAN pedas menjadi kegemaran sebagian orang.
Tak heran jika menu bercitarasa pedas kerap menjadi idola konsumen.
Rumah Makan Nona Merawa yang berlokasi di Jalan Mahligai, Km7, Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, memang banyak menyajikan menu bercitarasa pedas.
Yeyen, owner rumah makan itu, mengatakan, sajian mereka tawarkan adalah nusantara food yang rata-rata rasanya pedas dan disukai konsumen.
"Ada dua menu populer dan banyak dipesan, yaitu paru pedas dan baby cumi," ujar dia.
Paru sapi yang diiris-iris kecil dan dimasak kering dengan baluran sambal pedas ini enak untuk lauk makan.
Baca: Akankah Luna Maya Balikan dengan Ariel NOAH, Mbak You Ungkap Sosok Wanita Lain, Pevita Pearce?
Baca: Nilai Kontrak Pemain Lokal Barito Putera Liga 1 2019 Rp4 Miliar Lebih, Hasnur: Nilainya Adalah Cinta
Baca: Blak-blakan Hotman Paris Awal Kisah Asmara dengan Meriam Bellina Kepada Raffi Ahmad, Sebut Taruhan
Baca: Hobi Nongkrong di Kafe dan Makan Ini, Terungkap Ini Nama Pacar Skuat Barito Putera Paulo Sitanggang
Baca: Pengacara Kriss Hatta, Indra Tarigan Polisikan Billy Syahputra, Ini Ancaman Hukuman Kekasih Hilda
Menurut Yeyen, banyak orang yang awalnya tidak suka paru, kemudian setelah mencicipi paru pedas di sini ternyata jadi suka.
"Itulah istimewanya menu kami. Paru tersebut kombinasi rasa pedas, manis asin," terang Yeyen.
Cara pengolahan, dikatakan Yeyen, hanya menggunakan rempah standar, namun cara mengolahnya yang beda dari yang lain.
Sedangkan baby cumi adalah cumi kecil yang diberi sambal pedas.
Rasanya manis, asin, gurih, dan digigit begitu lezat.
Baby cumi ini juga enak dijadikan lauk makan.
Dengan nasi hangat maka acara bersantap bersama rekan atau keluarga makin mantap.
Baby cumi ini bahan dasarnya adalah cumi yang didatangkan dari Medan, Sumatera Utara.
Sambal digunakan dominan gula merah plus cabai.