Berita Kalteng

Belasan Rumah di Dua Kecamatan di Kapuas Diterjang Angin Puting Beliung

Belasan rumah penduduk di dua kecamatan rusak pasca diterjang angin puting beliung, Minggu (27/1/2019) malam.

Belasan Rumah di Dua Kecamatan di Kapuas Diterjang Angin Puting Beliung
banjarmasinpost.co.id/m fadli setia rahman
Pasca terjangan angin puting beliung di Kapuas Murung dan Dadahup Kabupaten Kapuas, Senin (28/1/2019). 

"Untuk korban jiwa sementara tidak ada dan kerusakan lain masih terus didata masing-masing desa," jelas Kapolsek.

Sebelumnya, awal tahun tadi, di wilayah Kecamatan Kapuas Murung, angin puting beliung menghancurkan satu rumah kosong di kawasan Kelurahan Palingkau Lama RT 06 Kecamatan Kapuas Murung, Kabupaten Kapuas, Rabu (2/1/2019) sore.

Rumah yang rusak berat akibat terjangan angin kencang itu diketahui milik Idah (35).

Menurut keterangan warga setempat, bahwa pemilik rumah telah lama meninggalkan rumah itu dan pindah ke Desa Manusup, Kabupaten Kapuas.

Sementara itu belum lama tadi, Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada Camat se Kabupaten Kapuas.

Surat Edaran Nomor 360/482/BPBD/2019 tertanggal 10 Januari 2019 perihal kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir, angin puting beliung dan cuaca ekstrim.

Dalam surat tersebut dijelaskan hasil kajian resiko bencana dan peta rawan bencana Kabupaten Kapuas yang disusun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kapuas yang difasilitasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Beberapa wilayah Kecamatan/Desa yang ada di Kabupaten Kapuas memiliki resiko tinggi terhadap bencana banjir, angin puting beliung dan cuaca ekstrim.

Lebih lanjut wilayah yang memiliki kerentanan tinggi terhadap banjir seperti Kecamatan Mandau Talawang, Kapuas Hulu, Pasak Talawang, Kapuas Tengah, Mantangai, Dadahup dan Kapuas Murung.

Sedangkan potensi bencana angin puting beliung terdapat hampir di seluruh wilayah pasang surut di Kabupaten Kapuas.

Berdasarkan perkiraan BMKG Provinsi Kalimantan Tengah bahwa sebagian besar wilayah Provinsi Kalimantan Tengah telah memasuki musim penghujan dengan intensitas sedang hingga tinggi disertai petir dan angin kencang.

Puncaknya terjadi pada Desember 2018 sampai dengan pertengahan Februari 2019. (banjarmasinpost.co.id/ady)

Penulis: Fadly Setia Rahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved