Berita Kabupaten Banjar

Ingat, Sekarang Pembesuk LP Khusus Anak Martapura Harus Lakukan Ini, Daftarnya Online

LPKA Kelas I Martapura, Kabupaten Banjar menerapkan terobosan baru dalam hal pelayanan kunjungan atau besuk.

Ingat, Sekarang Pembesuk LP Khusus Anak Martapura Harus Lakukan Ini, Daftarnya Online
LPKA MARTAPURA UNTUK BPOST GROUP
Petugas LPKA Kelas I Martapura, Kabupaten Banjar melakukan scan KTP El pengunjung. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Seiring dimilikinya gedung baru yang representatif, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Martapura, Kabupaten Banjar menerapkan terobosan baru dalam hal pelayanan kunjungan atau besuk. Saat ini, tiap tamu yang ingin membesuk harus menyerahkan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP El).

"Dalam proses pendaftaran kunjungan, kini kami telah menggunakan layanan kunjungan online (SDP) berbasis teknologi Informasi yaitu rekam identitas KTP Elektronik dan sidik jari bagi pengunjung warga binaan pemasyarakat (WBP)," ucap Kepala LPKA Kelas I Martapura Muhammad Latif Safiudin, Senin (28/01/2019).

Ia mengatakan ketentuan tersebut tak cuma diberlakukan pada para pembesuk, tapi juga diterapkan bagi semua pengunjung atau tamu kedinasan yang datang.

Pertama yang harus dilakukan yakni melakukan scan KTP El.

Baca: Setelah Ahok Bebas Giliran Ahmad Dhani Masuk Penjara Atas Kasus Ujaran Kebencian pada BTP

Baca: Daftar Pengorbanan Bripda Puput Agar Menikah dengan Ahok alias BTP, Tak Hanya Mundur dari Polisi

Baca: Reaksi Ahmad Dhani Suami Mulan Jameela Setelah Divonis Penjara 1,5 Tahun Atas Kasus Ujaran Kebencian

Baca: Jawaban Tak Diduga Nagita Slavina Ketika Dituduh Raffi Ahmad Miliki Pria Idaman Depan Hotman Paris

"Nah, pada kunjungan selanjutnya tidak perlu lagi melakukan hal itu. Petugas LPKA Martapura cukup menggunakan sidik jari pengunjung untuk melakukan identifikasi," jelas Latif.

Dikatakannya, pendaftaran kunjungan berbasis teknologi informasi tersebut secara lansgung juga memberikan kemudahan bagi pengunjung. "Soalnya proses pendaftarannya lebih cepat, akurat serta mempermudah petugas untuk melakukan analisa data dan informasi," tandasnya.

Selain itu, lanjut Latif, di lembaga yang dipimpinnya juga telah dilengkapi X-ray dalam pemeriksaan tiap barang bawaan pengunjung. Ini untuk mencegah kemungkinan masuknya barang terlarang seperti narkoba, senjata tajam, alat elektronik (handphone dan sejenisnya) masuk kedalam LPKA Martapura.

"Kami harapkan melalui adanya layanan kunjungan secara daring atau online ini mampu meningkatkan pelayanan sehingga tidak ada lagi keluhan dari masyarakat terkait pelayanan di LPKA Martapura," pungkasnya.

Penerapan teknologi berbasis daring tersebut direspons positif kalangan warga Banjar. "Tentu itu sangat bagus karena pastinya pengunjung tidak selalu harus memperlihatkan kartu identitas karena selanjutnya cukup dengan sidik jari. Pastinya kan prosesnya jadi lebih cepat sehingga tak perlu berlama-lama menunggu antrean," ucap Rahmat, warga Martapura.

Ia juga berharap kepemilikan X-ray juga benar-benar efektif menangkal masuknya barang-barang terlarang. Pasalnya selama ini masih kadang terdengar kabar adanya barang terlarang lolos masuk ke lingkungan lapas atau rutan. "Pengawasan tentunya diperlukan juga," tandasnya.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved