Berita Banjarmasin
Jasad Basid Mengapung, Keluarga Sempat Melakukan Cara Ritual, Menggantung Bantal dan Guling
Tangis histeris seketika pecah dari seorang perempuan yang belakangan diketahui adik korban tenggelam, Sabtu (26/1) sekitar pukul 21.50 Wita.
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tangis histeris seketika pecah dari seorang perempuan yang belakangan diketahui adik korban tenggelam, Sabtu (26/1) sekitar pukul 21.50 Wita.
Mengenakan kerudung hitam, perempuan tersebut bahkan sempat hendak menceburkan diri ke dalam sungai demi mendekap jasad sang kakak tercinta.
Beruntung, niatnya tersebut langsung dicegat seorang relawan emergency gabungan Banjarmasin (EGB), Fadli.
Ketidakmampuannya menahan emosi, membuat perempuan tersebut tetap pingsan.
"Kakak ku kakak ku..... Ya Allah... Kakak ku," teriaknya histeris.
Kisah tragis inilah yang dialami satu keluarga kecil di Jalan Kelayan A Gang Warga RT 27 RW 01 Banjarmasin Selatan.
Mereka yang telah menanti-nantikan jasad seorang anggota keluarganya hilang pascatenggelam sejak Jumat (25/1) sore kemarin.
Baca: Curhat Raffi Ahmad Didepak dari Pesbukers, Andre Taulany Malah Ajak Gabung Acara Sule
Baca: Fahri Hamzah Nilai Kualitas Debat Pertama Capres-Cawapres Pilpres 2019 di Bawah Debat Ketua Osis
Baca: Cuma Rp 50 Juta Bisa Bawa Pulang Mobil New Avanza 2019! Cek Panduan Mendapatkannya
Baca: Daftar Pengorbanan Bripda Puput Agar Menikah dengan Ahok alias BTP, Tak Hanya Mundur dari Polisi
Baca: Tak Sekadar Liburan, Maia Estianty dan Irwan Mussry Hadiri Acara Pernikahan di Meksiko, Siapa?
Kini penantian tersebut pun harus dibayar dengan duka cita mendalam oleh keluarga Basid, warga Kelayan A Banjarmasin Selatan.
Pria berusia 40 tahun itu telah ditemukan tewas.
Jasadnya juga mulai membengkak lantaran kurang lebih 30 jam di dalam sungai.
Fadli, anggota EGB, Fadli atau akrab disapa Abah Nazwa tidak menampik proses pencarian jasad korban berlangsung sekitar 30 jam.
Pencarian juga bahkan melibatkan seluruh relawan gabungan baik swasta maupun pemerintah sejak Jumat (25/1) sore lalu dengan mengerahkan berbagai cara.
"Iya betul, jadi relawan gabungan tidak hanya melakukan penyisiran, melainkan ada juga terkhusus dari anggota Water Rescue yang melakukan penyelamatan dengan penyelaman," jelasnya.
Namun usaha sempat belum menemui hasil hingga Sabtu (26/1) siang.
Tak puas dengan melakukan usaha nyata, sejumlah keluarga juga mencoba cara ritual.
Ritual tersebut yakni dengan mendatangkan sejumlah perlengkapan tidur korban yakni berupa bantal dan guling.
Dua perlengkapan kemudian mereka gantung ke permukaan air di lokasi terakhir Basid terlihat.
"Iya, karena katanya dengan harapan jasad korban pun bisa segera ditemukan," kata Fadli menirukan pernyataan keluarga korban.
Tidak sampai di situ, seiring mulai gelapnya langit kawasan Banua Anyar Kecamatan Banjarmasin Utara, sejumlah keluarga korban bahkan turut terjun langsung melakukan pencarian.
Pencarian mereka lakukan dengan menumpangi sebuah perahu motor atau biasa disebut kelotok bersama beberapa anggota relawan gabungan.
Setelah berkutat kurang lebih 30 jam, pencarian korban tenggelam pun akhirnya membuahkan hasil.
Jenazah Basid ditemukan mengapung dengan kondisi tertelungkup di perairan Banua Anyar.
Anggota BPBD Kota Banjarmasin, Hanafi membenarkan korban tenggelam, Basid telah ditemukan.
Sebelumnya, menurut Hanafi pasca pencarian tersebut pihaknya selain mengerahkan sedikitnya tiga regu atau 21 orang, juga menerjunkan satu buah speedboat.
"Kami juga sempat mendirikan posko relawan di dekat museum perjuangan selama pencarian. Yang akhirnya korban berhasil ditemukan Sabtu sekitar pukul 21.50 Wita," jelasnya.
Sebelumnya, dua orang yang diduga sebagai pencuri, tepergok menggasak sebuah sepeda di kawasan Kompleks Pesona Persada, Kelurahan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Jumat (25/1) sore.
Insiden itu terjadi, pada saat dua sekawan ini melintas di rumah korban.
Kala itu salah satu dari mereka berusaha membawa kabur sebuah sepeda di rumah korban pemilik sepeda.
Namun usahanya dipergoki oleh pemilik dan kemudian meneriakinya.
Rupanya teriakan korban didengar warga dan warga langsung melakukan upaya pengejaran terhadap pelaku yang kabur menggunakan sepeda motor.
Karena panik sepeda motor korban akhirnya roboh saat ingin melintas di atas Jembatan Awang.
Salah satu pelaku Bahransyah (38), warga Pengambangan Banjarmasin Timur tak sempat menyelamatkan diri dari kejaran warga.
Sedangkan satu pelaku lain, Basid menceburkan diri ke sungai.
Maksudnya ingin menyelamatkan diri, pelaku malah tenggelam tepat di bawah Jembatan Banua Anyar dan tak kunjung muncul ke permukaan hingga petang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/metro-banjar-edisi-cetak-senin-2812019.jpg)