Berita Banjarmasin

Daerah Miskin Dapat Bantuan PIP, Sebanyak 19.876 Siswa Madrasah di 11 Kabupaten Terima Beasiswa

Penyerahab disaksikan Bupati Batola, Hj Noormiliyani, Sekjen Kementerian agama Republik Indonesia, Prof Dr Phil H Mohammad Nur Kholis Setiawan.

Daerah Miskin Dapat Bantuan PIP, Sebanyak 19.876 Siswa Madrasah di 11 Kabupaten Terima Beasiswa
istimewa/humas pemkab batola
Penyerahan bantuan PIP tahun 2018 ini secara simbolis oleh Anggota Komisi XI DPR RI, Ir H Ahmadi Noor Supit kepada perwakilan siswa madrasah dan pesantren di aula Gedung Serbaguna Barito Kuala, Selasa (29/1). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Program Indonesia Pintar (PIP) yang dilaksanakan Pemerintah pusat melalui Kementerian Agama RI salurkam beasiswa kepada 19.876 siswa madrasah sebesar Rp Rp 6.492.750.000 untuk 11 kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Selatan.

Bantuan PIP tahun 2018 ini secara simbolis diserahkan Anggota Komisi XI DPR RI, Ir H Ahmadi Noor Supit kepada perwakilan siswa madrasah dan pesantren di aula Gedung Serbaguna Barito Kuala, Selasa (29/1).

Penyerahab disaksikan Bupati Batola, Hj Noormiliyani, Sekjen Kementerian agama Republik Indonesia, Prof Dr Phil H Mohammad Nur Kholis Setiawan.

Ahmadi Noor Supit mengatakan, ini merupakan pengawasan politik apakah program yang dilaksanakan pemerintah itu efektif atau tidak, ukurannya apakah bisa membantu masyarakat yang bisa memandang masa depan yang bisa cerah.

“Saya sudah cek, terutama di Kabupaten Batola ini bagus, mereka yang dapat PIP apakah dari madrasah maupun sekolah di bawah Disdiknas orangtuanya dapat program PKH, beras, fasilitas kesehatan. Kalau tepat sasaran, maka mereka bisa keluar dari golongan masyarakat miskin dengan pendapatan Rp165 ribu per bulan per orang,” ujarnya.

Jika rumah tangga bisa mendapat PKH, beras sejahtera, subsidi listrik dari 450 watt menjadi 900 watt, maka pengeluaran sudah selesai dibantu pemerintah dan masyarakat bisa keluar dan bebas dari kemiskinan.

PIP meluncurnya hampir hampir 20 ribu untuk tahun 2019, itu masih banyak yang berlapis-lapis bahkan sudah dicek di kementerian Agama, antara lain ada usulan kelas 3 yang lulus atau orangnya sudah berhenti.
    
Lanjut Ahmadi, daripada mubazir bagaimana jika daerah yang sudah terdata di Banjarbaru dan Kotabaru yang belum mendapat PIP, diberi dulu. Nanti Juli 2019 saar program baru ditambah lagi.

“Saya inginnya di Batola yang tadi dikatakan madrasah hanya dapat 25 persen dan pesantren 55 persen, kalau bisa 75 persen mendapat PIP karena daerah miskin layak mendapatkannya,” tegas politisi Golkar ini.

Terkait prosedur perbankan yang ternyata mereka harus antre dari pukul 07.00 wita sampai 17.00 Wita, akan dicarikan solusi. Kalau perlu petugas bank datang ke sekolah-sekolah.

“Program PIP disalurkan dalam 1 tahun dan dicairkan sekitar 3 sampai 6 bulan, kita ingin menambah, namun jumlah sekarang masih kuantitas belum kualitas,” ujar anggota Banggar DPR RI ini.

Halaman
12
Penulis: Salmah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved