Ekonomi dan Bisnis

OJK Gelar Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan, Pertumbuhan Diprediksi Capai 5,3 Persen di 2019

Pertemuan membahas mengenai perkembangan kinerja sektor jasa keuangan di wilayah Kalimantan sepanjang 2018 lalu, peluang dan tantangan ke depan.

OJK Gelar Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan, Pertumbuhan Diprediksi Capai 5,3 Persen di 2019
banjarmasinpost.co.id/mariana
Pertemuan tahunan industri jasa keuangan 2019 OJK Regional IX Kalimantan, di Golden Tulip Hotel, Banjarmasin, Ballroom Hotel Golden Tulip Galaxy, Selasa (29/1/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional IX Kalimantan, menggelar agenda rutin, bertajuk Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2019, bertempat di Ballroom Hotel Golden Tulip Galaxy, Selasa (29/1/2019).

Pertemuan tersebut membahas mengenai perkembangan kinerja sektor jasa keuangan di wilayah Kalimantan sepanjang 2018 lalu, peluang dan tantangan ke depan, serta arah kebijakan OJK Regional 9 di tahun 2019.

Kepala OJK Regional IX Kalimantan, Haryanto menuturkan, kinerja perbankan se Kalimantan
secara umum tumbuh positif. Hal itu tampak pada meningkatnya aset, dana pihak ketiga dan kredit atau pembiayaan, bank umum dan bank umum syariah masing-masing tumbuh sebesar 8,45 persen, 11,58 persen, dan 4,49 persen dengan rasio NPL net sebesar 0,28 persen dan likuiditas terjaga pada kisaran 86,85%.

"Pertumbuhan kredit atau pembiayaan bank umum dan bank umum syariah secara year on year (yoy) tertinggi berada di Kalsel yakni 4,37 persen dengan rasio NPL net masih terjaga yakni 0,25 persen," jelas Haryanto kepada Banjarmasinpost.co.id.

Baca: Chef Asal Kalsel Ini Jadi Food Consultant Lagi di Film Koki-koki Cilik 2, Ajari Artis Masak

Baca: Usai Berbalas Cinta dengan Reino Barack, Syahrini Ungkap Rindu Untuk Mantan Luna Maya Lagi?

Ditambahkannya, kinerja pasar modal di Kalimantan juga menunjukkan perkembangan yang positif sepanjang 2018 lalu, ditunjukkan adanya peningkatan jumlah investor 65,94 persen atau terdapat 24.283 investor baru. Sedangkan rata-rata transaksi saham meningkat 9,08 persen dengan total transaksi saham Rp 29,82 triliun dan Reksadana Rp 7,66 triliun.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank Anggota Dewan Komisioner OJK, Riswinandi menuturkan, tekanan dari pasar keuangan global diperkirakan akan berkurang dengan menurunnya proyeksi pertumbuhan ekonomi negara maju dan melambatnya laju kenaikan (Fed Funds Rate) FFR, sehingga akan mengurangi tekanan rebalancing portfolio keluar dari emerging markets.

"Kami optimis tren perbaikan perekonomian dan kinerja sektor keuangan yang positif ini akan berlanjut selama 2019. Pertumbuhan ekonomi akan terus meningkat, diperkirakan mencapai 5,3 persen, didorong peningkatan efisiensi dan daya saing, serta peningkatan konsumsi pemerintah dan masyarakat. Tingkat inflasi juga diperkirakan
masih terjaga relatif rendah di level 3,5 persen, seiring perbaikan infrastruktur logistik," ucap dia.

Lebih lanjut, disampaikannya, OJK akan memfasilitasi dan memberikan kemudahan dalam mendukung sektor-sektor prioritas Pemerintah untuk memberikan ruang gerak sektor riil yang lebih besar.

Baca: Raffi Ahmad Bandingkan Nagita Slavina dan Ayu Ting Ting Seperti Mobil, Mini Cooper vs Alphard

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! Live Streaming JTV Madura United vs Cilegon United Siaran Piala Indonesia 2018

Di antaranya, mendorong inovasi industri jasa keuangan dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Karena itu, pihaknya akan menyiapkan ekosistem yang memadai dan mendorong lembaga keuangan untuk melakukan digitalisasi produk dan layanan keuangannya dengan manajemen risiko yang handal.

"Dengan perkembangan ekonomi dan sektor jasa keuangan yang positif, kami mengajak seluruh seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi membangun optimisme bersama dan memanfaatkanmomentum akselerasi pertumbuhan yang berkelanjutan," pungkas Riswinandi. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

*Lima Kebijakan Strategis OJK 2019
1. Alternatif pembiayaan sektor strategis pemerintahan
2. Akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional
3. Akses keuangan bagi UMKM dan masyarakat kecil di daerah terpencil
4. Mempersiapkan industri jasa keuangan dalam menghadapi revolusi industri 4.0
5. Mereformasi bisnis proses industri dan internal OJK

Penulis: Mariana
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved