Ekonomi dan Bisnis

Pelaku Pasar Modal di Banjarmasin Dukung Lima Kebijakan Inisiatif OJK

Pelaku pasar modal di Banjarmasin, Herry Wachiedin turut mendukung lima inisiatif kebijakan dari OJK selama 2019 nanti.

Pelaku Pasar Modal di Banjarmasin Dukung Lima Kebijakan Inisiatif OJK
banjarmasinpost.co.id/mariana
Pertemuan tahunan industri jasa keuangan 2019 OJK Regional IX Kalimantan, di Golden Tulip Hotel, Banjarmasin, Ballroom Hotel Golden Tulip Galaxy, Selasa (29/1/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sejumlah pimpinan asosiasi dan lembaga jasa keuangan turut berhadir pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2019 OJK Regional IX Kalimantan, yang berlangsung di Ballroom Hotel Golden Tulip Galaxy, Selasa (29/1/2019).

Pelaku pasar modal di Banjarmasin, Herry Wachiedin turut mendukung lima inisiatif kebijakan dari OJK selama 2019 nanti.

Di antaranya kebijakan untuk mendukung pembiayaan sektor-sektor prioritas pemerintah, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi pada 2019.

"Terutama kebijakan pertama yang akan dilakukan adalah memperbesar alternatif pembiayaan jangka menengah dan panjang bagi sektor strategis melalui pengembangan pembiayaan dari pasar modal," ujar analis salah satu sekuritas di Banjarmasin ini kepada Banjarmasinpost.co.id.

Ditambahkannya, OJK akan mendorong, memfasilitasi, dan memberikan insentif kepada calon emiten. Hal ini tentu sangat membantu calon emiten untuk menjadi investor.

Baca: OJK Gelar Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan, Pertumbuhan Diprediksi Capai 5,3 Persen di 2019

Baca: Reaksi Gisella Anastasia Saat Gempita Baru Menyadari Tak Ada Ayahnya, Gading Marten di Rumah

Fasilitas yang dapat dipakai untuk pendanaan di pasar modal, antara lain melalui penerbitan efek berbasis utang atau syariah, Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT), Efek Beragun Aset (EBA), Dana Investasi Real Estate (DIRE), dan Dana Investasi Infrastruktur (Dinfra).Kemudian, ada pula instrumen derivatif berupa Indonesia Government Bond Futures (IGBF), Medium-Term-Notes (MTN), dan pengembangan produk investasi berbasis syariah di antaranya sukuk wakaf.

"Karena itu sebagai salah satu pelaku sektor jasa keuangan, kami akan ikut mewujudkan kolaborasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun optimisme bersama guna mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut dihadiri pula oleh Asisten Administrasi Umum Pemprov Kalsel Heriansyah, Anggota Komisi XI DPR Republik Indonesia, H Syaiful Rasyid, Ketua DPRD Provinsi Kalsel, H Burhanuddin, dan Pemimpin Umum Banjarmasin Post, HG (P) Rusdi Effendi AR.

Sebelum acara dimulai, ada persemahan hiburan dari Sanggar Tari Nuansa yang menampilkan tarian khas banua, tarian pusaka batuah. Usai menari, dua perwakilan penari mengalungkan kain sasirangan kepada Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank Anggota Dewan Komisioner OJK, Riswinandi dan Asisten Administrasi Umum Pemprov Kalsel Heriansyah.

Baca: Inisiatif Pelayanan Paspor Haji Digeber Meski Belum Ada Petunjuk Dirjen Imigrasi, Ini Alasannya

Baca: Live MNCTV! Live Streaming Newcastle vs Manchester City, Siaran Langsung Liga Inggris Malam ini

Dalam kesempatan itu, Kepala OJK Regional IX Kalimantan, Haryanto menyampaikan, sebagai bentuk dukungan pengembangan ekonomi daerah di Kalimantan, melalui pembentukan empat Tim Percepatan Akses
Keuangan Daerah (TPKAD) Tingkat Provinsi dan enam TPKAD tingkat kabupaten/kota.

"Industri jasa keuangan se Kalimantan masih memiliki peluang pertumbuhan yang baik, melihat peluang itu, bersama kita perlu menumbuhkan sektor ekonomi selain tambang dan perkebunan yang potensial di Kalimantan, di antaranya Industri pariwisata, menjaga iklim investasi dan menjaga literasi keuangan," pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved