Berita Banjarbaru

Target Partisipasi Pemilih di Pemilu 2019, KPU Banjarbaru Ngikut Target Pusat

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjarbaru menargetkan target maksimal untuk partisipasi pemilih pada Pilpres dan Pemilihan Legeslatif (Pileg) 2019.

Target Partisipasi Pemilih di Pemilu 2019, KPU Banjarbaru Ngikut Target Pusat
HO/KPU Banjarbaru
Ketua KPU Banjarbaru Hegar Wahyu Hidayat saat pengukuhan Relawan Demokrasi 

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARBARU - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjarbaru menargetkan target maksimal untuk partisipasi pemilih pada Pilpres dan Pemilihan Legeslatif (Pileg) 2019.

Sejauh ini sosialisasi masih terus dilakukan oleh KPU Kota Banjarbaru. Apalagi belum lama tadi, relawan demokrasi (Relasi) sudah dikukuhkan.

"Ada 55 Relawan Demokrasi yang sudah dikukuhkan. Mereka akan membantu sosialiasi dari tahapan pemilu hingga tiga bulan ke depan," kata  Ketua KPU Banjarbaru Hegar W Hidayat, Selasa, (29/1).

Para relawan demokrasi itu akan membantu untuk sosialisasi di 10 titik basis pemilih strategis yakni berbasis keluarga, perempuan, disabilitas, komunitas, netizen, pemilih pemula, pemilih muda, berkebutuhan khusus, kaum marginal dan berbasis agama.

"Target partisipasi pemilih kita minimal sama dengan target nasional yakni 77, 5 persen. Semoga bisa terealisasi," lanjutnya.

Baca: OJK Gelar Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan, Pertumbuhan Diprediksi Capai 5,3 Persen di 2019

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! Live Streaming JTV Madura United vs Cilegon United Siaran Piala Indonesia 2018

Untuk wilayah Banjarbaru ada 156.347 daftar pemilih tetap untuk empat daerah pemilihan (dapil) dengan total 732 TPS yang tersebar di 20 kelurahan.

Untuk pileg 2019 di Kota Banjarbaru merebutkan 30 kursi yang terbagi atas Dapil 1 untuk Kecamatan Banjarbaru Utara dan Banjarbaru Selatan ada 12 kursi.

Dapil dua untuk kecamatan Cempaka ada empat kursi, dapil tiga untuk kecamatan Liang Anggang ada lima kursi dan dapil empat untuk kecamatan Landasan Ulin merebutkan lima kursi.

"Sejauh ini kendala yang masuk dalam katagori rawan hanya dari segi jangkauan komunikasi terkait SDM yang ada di kawasan Sungai Tiung. Selebihnya tidak ada, mengingat lokasi di Banjarbaru semua terjangkau dan tidak ada yang jauh," katanya.

Untuk kawasan Sungai Tiung akan difokuskan dan meningkatkan SDM di sana dengan cara melakukan kegiatan Bimtek. (banjamasinpost.co.id/aprianto)

Penulis: Aprianto
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved