Berita Tanahbumbu

PUPR Akan Buat Regulasi Larangan Membangun Sistem Uruk, Pemilik Bangunan Terancam Sanksi

Genangan air atau banjir masih kerab terjadi di wilayah perkotaan, khususnya di kawasan Simpang Empat, Kabupaten Tanahbumbu.

PUPR Akan Buat Regulasi Larangan Membangun Sistem Uruk, Pemilik Bangunan Terancam Sanksi
banjarmasinpost.co.id/herliansyah
kawasan Plajau, Karang Jawa, Tanahbumbu salah satu wilayah terdampak genangan dan banjir 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Genangan air atau banjir masih kerab terjadi di wilayah perkotaan, khususnya di kawasan Simpang Empat, Kabupaten Tanahbumbu.

Diketahui menjadi penyebab genangan, selain disebabkan intensitas curah hujan, pemicu lain karena pesat dan terus berkembangnya bangunan sistem uruk di kawasan itu.

Tak pelak, masih banyaknya wilayah di kawasan perkotaan tergenang air.
Bupati Tanahbumbu H Sudian Noor, meminta pihak aparatur dari tingkat camat dan desa membantu melakukan pengawasan.

Selain itu, orang nomor satu di Bumi Bersujud menegaskan, kedepan tidak ada lagi bangunan di daerah resapan air (rawa) menggunakan sistem urug, tapi harus dengan sistem panggung.

Hal itu menjadi dilema bagi pemeritah daerah Tanahbumbu, karena belum adanya regulasi yang mengatur pembinaan pengendalian pemanfaatan daerah rawa.

Tedi, salah seorang warga di kawasan Plajau, Desa Barokah, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanahbumbu membenarkan, pesatnya bangunan sistem pengurukan ditengarai menjadi salah satu penyebab genangan air dan banjir.

Baca: Balasan Menohok Via Vallen Saat Kausnya Dibilang Murahan dan Kampungan, Harganya Tak Terduga!

Baca: Daftar Artis yang Dilarang Deddy Corbuzier Datang ke Hitam Putih, Ivan Gunawan Hingga Ayu Ting Ting

Baca: Kondisi Terkini Ahmad Dhani Saat di Penjara, Cek Curhat Mulan Jameela dan Komentar Maia Estianty

Baca: Kisah Dibalik Lagu Ariel NOAH Untuk Luna Maya Usai Tangis Ariel di Panggung, Ingat Mantan Reino?

Baca: Pengakuan Tak Terduga Hotman Paris Soal Cewek-cewek Cantiknya, Ria Ricis Bandingkan Ariel NOAH

Menurut Tedi, agar air yang menggenang tidak terus menjadi momok warga yang terimbas langsung.

Ada langkah tegas dan tepat dari pemerintah daerah.

"Sudah lama. Bila hujan di beberapa titik kawasan Plajau pasti tergenang," ucap Tedi kepada banjarmasinpost.co.id, Rabu (30/1/2019).

Camat Simpang Empat Ferdi Yospi LE sesuai peraturan daerah (Perda) Nomor 16 tahun 2013 tentang Bangunan Gedung, pihaknya di kecamatan dan desa tidak merekomendasikan bangunan di area resapan air.

Halaman
12
Penulis: Herliansyah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved