Mengulik di Balik Booming Kopi Aranio
Sejumlah Perguruan Tinggi Pun Mulai Lirik Kopi Aranio
Geliat usaha pengolahan biji kopi Aranio menjadi kopi bubuk di Kabupaten Banjar mendapat perhatian khusus kalangan perguruan tinggi di Kalsel
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Rendy Nicko
BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Geliat usaha pengolahan biji kopi Aranio menjadi kopi bubuk di Kabupaten Banjar mendapat perhatian khusus kalangan perguruan tinggi di Kalimantan Selatan.
Saat ini setidaknya ada satu perguruan tinggi yang menjalin kerjasama dengan petani/perajin bubuk kopi Aranio yakni UPT Kewirausahaan dan Inkubasi Bisnis, Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Albanjari, Banjarmasin.
Bahkan mereka telah tiga kali bertandang ke Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bina Sejahtera di Desa Tiwinganbaru, Kecamatan Aranio. Lembaga usaha inilah yang memiliki usaha pengolahan bubuk kopi Aranio.
"Kebetulan kami juga sedang membuka usaha kopi olahan. Karena itu kami tertarik untuk menjalin kemitraan demgan BUMDes Bina Sejahtera," ucap Rakhmat Nopliardi, inisiator usaha pengolahan kopi UPT Kewirausahaan dan Inkubasi Bisnis, Uniska.
Baca: Live Bein Sport 1! Live Streaming Liverpool vs Leicester City Liga Inggris Malam Ini, Cek Caranya
Baca: Sindiran Pedas Ayu Ting Ting pada Billy Syahputra Soal Adu Jotos dengan Pengacara Kriss Hatta
Baca: Dukungan Ifan Seventeen pada Mulan Jameela dan Ahmad Dhani Setelah Ayah Al El Dul Itu Dipenjara
Baca: 5 Fakta Ribuan Tabloid Indonesia Barokah Disita Bawaslu Kalsel, Kantor Pos & Bakal Disebar di Masjid
Ia menuturkan melalui kemitraan tersebut diharapkan mampu memacu kemandirian dan kemajuan pengembangan usaha pengomahan kopi yang dijalankan BUMDes Bina Sejahtera.
Pihaknya akan melakukan pembinaan dan pendampingan teknis. Mulai dari tahapan pemeliharaan kebun kopi, penanganan panen dan pascapanen, pengolahan hingga membantu pemasaran.
(banjarmasinpost.co.id/idda royani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/kondisi-kebun-kopi-aranio-di-banjar-selama-ini-kurang-terawat.jpg)