Bumi Antaluddin

Subuh Berjemaah dan Kajian Rutin di Pendopo HSS, Guru Jamhari Ingatkan Akibat Tinggalkan Salat

Masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dikenal agamis, dimana nilai-nilai Islam kental diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,

Subuh Berjemaah dan Kajian Rutin di Pendopo HSS, Guru Jamhari Ingatkan Akibat Tinggalkan Salat
Kominfo HSS
Kegiatan Salat Subuh berjamaah dan mendengarkan tausyiah Guru Jamhari Muhdin, yang dihadiri Bupati HSS H Achmad Fikry dan Wabup Syamsuri Arsyad, di Pendopo Kabupaten HSS, Rabu (30/1/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN- Masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dikenal agamis, dimana nilai-nilai Islam kental diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sosial maupun lingkungan keluarga.

Termasuk di pemerintahan H Achmad FikryH Syamsuri Arsyad. Selain melaksanakan program pengajian rutin tiap Kamis malam, Pemkab HSS juga menyelenggarakan pengajian Rabu subuh khusus bagi aparatur sipil negara (ASN).

Kegiatan tersebut rutin dilaksanakan di Pendopo Kabupaten HST, dan merupakan salah satu upaya Pemkab HSS mewujudkan visi dan misi Sehati Plus Cinta pasangan Bupati dan Wakil Bupati yang kembali terpilih di periode 2018-2023 H Achmad Fikry dan Syamsuri Arsyad.

Salat subuh berjamaah dan ceramah agama tersebut kesekian kalinya diselenggarakan , Rabu (30/1/2019).

Kegiatan Salat Subuh berjamaah dan mendengarkan tausyiah Guru Jamhari Muhdin, yang dihadiri Bupati HSS H Achmad Fikry dan Wabup Syamsuri Arsyad, di Pendopo Kabupaten HSS, Rabu (30/1/2018).
Kegiatan Salat Subuh berjamaah dan mendengarkan tausyiah Guru Jamhari Muhdin, yang dihadiri Bupati HSS H Achmad Fikry dan Wabup Syamsuri Arsyad, di Pendopo Kabupaten HSS, Rabu (30/1/2018). (Kominfo HSS)

Selain dihadiri Bupati dan Wakil Bupati, juga dihadiri para kepala dinas, badan, kepala bagian, serta para camat dan dari seluruh SOPD hingga pegawai di lingkungan Pemkab HSS.

Tujuannya, agar jajaran pemerintahan, saling silaturahim dan senantiasa menambah ilmu dan pengetahuan agama Islam melalui penyampaian para ulama. Pada kegiatan tersebut, Pemkab HSS mengundang Guru Jamhari Muhdin sebagai penyampai tausyiah

Dalam tausyiah bertema Akibat Meninggalkan Salat, Guru Jamhari menyampaikan beberapa akibat jika umat Islam melalaikan kewajiban perintah salat lima waktu.

Disebutkan, orang yang dengan sengaja meninggalkan salat, akan mendapat dosa besar.

Kegiatan Salat Subuh berjamaah dan mendengarkan tausyiah Guru Jamhari Muhdin, yang dihadiri Bupati HSS H Achmad Fikry dan Wabup Syamsuri Arsyad, di Pendopo Kabupaten HSS, Rabu (30/1/2018).
Kegiatan Salat Subuh berjamaah dan mendengarkan tausyiah Guru Jamhari Muhdin, yang dihadiri Bupati HSS H Achmad Fikry dan Wabup Syamsuri Arsyad, di Pendopo Kabupaten HSS, Rabu (30/1/2018). (Kominfo HSS)

“Barangsiapa yang meninggalkan salat, berarti dia telah kafir,” katanya seraya mengatakan, salat merupakan kewajiban utama umat Islam, yang secara tegas disampaikan Allah melalui Alquran dan hadits Nabi SAW.

“Barangsiapa yang tidak memelihara shalat, dia tidak akan bercahaya, tidak mempunyai hujjah (alasan) dan tidak akan diselamatkan. Di hari kiamat kelak, dia akan dikumpulkan bersama Qarun, Fir’aun, Haman dan Ubay bin Khalaf,” Kata Guru Jamhari.

Dampak lainnya, lanjut dia, Allah SWT akan menghilangkan barokah dari usaha dan rezekinya, juga mencabut nur orang mukmin.

“Apabila tidak salat,dia bukan umat Nabi Muhammad SAW. Akan kesulitan menjawab pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir saat dalam kubur, dan kuburnya menjadi gelap, sempit dan menghimpitnya. Juga dimasukkan ke dalam neraka,” kata Guru Jamhari lagi.

Tausyiah usai salat subuh berjamaah pun disimak semua yang hadir, termasuk Bupati HSS H Achmad Fikri , Wakil Bupati SYamsuri Arsyad dan pejaban Pemkab HSS lainnya. (AOL/*)

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved