Berita Banjarmasin
Pecinta Otomotif di Banjarbaru Ini Pernah Dirugikan karena GPS
Pecinta Otomotif di Banjarbaru Ini Pernah Dirugikan karena GPS. Menurut dia penggunaan perangkat itu mengganggu konsentrasi pengemudi
Penulis: Nia Kurniawan | Editor: Rendy Nicko
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pecinta otomotif di Kalsel, Nooryanto atau yang akrab lebih dikenal dengan nama panggilan Apui, Pendiri BOC Borneo off-road Club Banjarbaru ini mengatakan penggunaan elektronik seperti handphone termasuk GPS mengganggu konsentrasi pengemudi, membahayakan saat berkendara.
Satu sisi menurutnya GPS juga tak sepenuhnya memandu suatu tujuan dengan tepat. " Malah bikin sesat. Aku naik taxi, kada hapal di Jakarta buka GPS eh malah masuk gang terputar putar. Kenapa ? Karena gps tidak tahu jalan satu arah dan dua arah, sopir belok ke lain arah malah masuk jalan yang keliru, gps kadang tidak tahu jalan di Tutup atau tidak," kata pecinta otomotif Ketua Jimny club Banjarbaru ini.
Ketika seseorang menggunakan GPS, otomatis mengikuti perintah gps namun perlu diingat gps tidak pernah mengasih informasi kepada pemakai kalau ada persimpangan, ada lampu merah, gps tidak pernah bilang " berhenti dulu anda kena lampu merah".
Baca: Gisella Anastasia Ungkap Sosok yang Dekat Gading Marten, Disebut Suka Menemani Ayah Gempita Itu
Baca: Saphira Indah Meninggal Saat Hamil, Ustadz Abdul Somad Jelaskan Wanita Meninggal Karena Melahirkan
Baca: Awas Jangan Pakai GPS Saat Berkendara! Ditlantas Polda Kalsel Sepakati Putusan MK
Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan uji materi terkait penggunaan Global Positioning System (GPS) di ponsel ketika berkendara.
Penggunaan perangkat navigasi ini dilarang karena dalam beberapa tahun ke belakang semakin banyak pengguna mobil atau pemotor yang menggunakannya. Kemenhub menilai langkah keputusan MK sudah tepat.
(banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/pendiri-boc-borneo-off-road-club-banjarbaru-nooryanto-atau-yang-akrab-disapa-apui.jpg)