Berita Banjarmasin

Satria Atlet Futsal SOIna Kalsel Dipanggil Timnas Indonesia ke Abi Dhabi

Satria mengalami tuna grahita atau penyandang disabilitas intelektual mental yang memiliki indeks intelektual di bawah 70.

Satria Atlet Futsal SOIna Kalsel Dipanggil Timnas Indonesia ke Abi Dhabi
istimewa/satria
Atlet Futsal SOIna Kalsel Satria (kanan) dipanggil Timnas Indonesia ke Dubai 

BANJARMASINPOST.CO.ID-BANJARMASIN - Bicaranya lancar dan diajak berkomunikasi juga cukup menyambung namun kadang saat menjawab lawan bicaranya, M Satria Putra Pratama (19) kadang berpikir sejenak. Beberapa saat kemudian baru dia dengan fasih bisa menguraikan maksudnya.

Sekilas, tak ada perbedaan antara Satria sapaannya dengan orang orang lainnya. Namun sejak lahir Satria mengalami tuna grahita atau penyandang disabilitas intelektual mental yang memiliki indeks intelektual di bawah 70.

Namun kekurangan yang didapat Satria justru menjadi hikmah baginya sebab dia bisa menjadi atlet futsal Pengurus Daerah Special Olympic (Pengda SOIna) Kalsel yang masuk Timnas SOina Indonesia berlaga di Special World Olympic Games (SWOG) 2019 di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), Maret nanti.

Tidak hanya Satria, sembilan rekannya yang lain juga bakal ikut dipanggil membela Tanah Air. Sebagai bentuk apresiasi, sebelumbberangjat menjalani training center di Jakarta, kesepuluh atlet ini dilepas Pengda SOIna Kalsel di Hotel Aria Banjarmasin, Kamis (31/1/2019) pagi.

Kesepuluh atlet itu yakni timnas sepakbola putri Indonesia yakni Hannisa Maryani, Dwi Anggraini Saputri, dan Ervina. Lalu skuat Timnas futsal putra M Satria Putri Pratama.

Timnas futsal putri Desi Lestari dan Sulfi Mayangsari. Kemudian M Ikhsan (atletik), M Febredy Adrieyanto dan Septia Sri Rahayu (bocce), dan M Adi Candra (bola tangan).

Satria terpilih masuk timnas futsal Indonesia karena bermain cemerlang dan membawa tim Kalsel juara II saat menjadi kapten tim SOIna Kalsel diajang Pekan Olahraga Nasional (Pornas) SOIna VIII di Pekanbaru Riau.

Selain itu siswa kelas 2 SMA SLBN 1 Pelaihari ini juga mampu menjadi skor Borneo Cup Serawak 2018 di Malaysia dan membawa timnya meraih medali emas.

Satria menjelaskan sejak kecil dia memang suka olahraga terutama sepakbola. Setiap sore usai sekolah di SLB dia memilih bermain bola di lapangan dekat rumahnya di Pelaihari.

"Awalnya saya suka jadi kiper di lapangan besar," ujar putra dari Kusnadi dan Siti Fatimah ini.
Kemudian saat duduk di SMP SLB anak kedua dari empat bersaudara ini memilih ikut atletik.
"Kalau lari belum ada prestasi sih," kata Satria.

Halaman
123
Penulis: Khairil Rahim
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved