Kriminalitas Banjar

Jadwal Sidang Perdana Pembunuhan Perempuan di Mobil, Kejari Banjar Minta Pengamanan Diperketat

Jadwal Sidang Perdana Pembunuhan Perempuan di Mobil, Kejari Banjar Minta Pengamanan Diperketat

Jadwal Sidang Perdana Pembunuhan Perempuan di Mobil, Kejari Banjar Minta Pengamanan Diperketat
banjarmasin post group/ hasby suhaily
Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Banjar, Apriady

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA -  Sidang perdana kasus pembunuhan dalam mobil Swifit yang sempat menggegerkan akan digelar pada Rabu (6/2/2019) mendatang. Pihak Kejaksaan Negeri (kejari) Banjar meminta pengamanan sidang diperketat.

Kepala Bidang Pidana Umum Kejari Banjar, Apriady mengatakan, merupakan sidang perdana pada Rabu mendatang. Jaksa penuntut umum selain dirinya juga ada Gusti Rahmad dan Irwan.

Dia menjelaskan, sidang dapat digelar karena untuk tahap dua sudah dilakukan pada Selasa 22 Januari 2019 lalu, jaksa penuntut umum sudah melakukan penahanan terhadap terdakwa selama 20 hari dan pada Rabu (30/1) sudah melimpahkan berkas perkasa ke Pengadilan Negeri Martapura.

“Baru kemarin sore kami mendapatkan penetapan, yang mana menentukan pada hari Rabu pagi pukul 09.00 wita pada 6 Februari 2019 dijadwalkan sidang perdananya. Sedangkan untuk pengacara hanya penunjukan dari LKBH Unlam saja,” katanya.

Baca: Viral Pernikahan Anak di Bawah Umur di Halong, Ini Alasan Kedua Orangtua Pengantin

Dia juga mengatakan, pada sidang perdana di Pengadilan Negeri Martapura pihaknya akan bekoordinasi dengan kepolisian untuk pengetatan pengamanan, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Adapun terdakwa pembunuh perempuan bernama Levie Prissilia di mobil Swift biru bernama Herman alias Ebon (25). Ada tiga hal yang memberatkan atas terdakwa Herman yakni perbuatannya meresahkan masyarakat, menghilangkan nayawa orang, dan sudah dua kali masuk penjara.

Dikatakannya, berdasarkan catatan kepolisian, beberapa waktu lalu Ebon pernah melakukan tindakan kejahatan yakni penganiayaan dan dijebloskan ke bui. Lalu, kembali masuk bui akibat membawa senjata tajam.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjerat terdakwa dengan pasal 338 atau pembunuhan subsider pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal. Lalu, pasal 365 ayat 3 tentang pencurian disertai kekerasan.

Baca: Penjelasan Pemkab Balangan Sikapi Pernikahan Anak di Bawah Umur di Halong yang Viral di Medsos

"Ancaman maksimal hukumannya yakni 15 tahun penjara. Satu-satunya hal yang meringankan terdakwa cuma satu yakni mengakui perbuatannya," tambah Apriady.

Terdakwa, Herman alias Ebon ditangkap petugas gabungan dari Resmob Polda Kalsel, Unit Ranmor Polda, Tekap Polres Banjar di kediamannya di Sungai Lulut, Jalan Martapura Lama RT 7, Kecamatan Sungaitabuk, Kabupaten Banjar Sabtu (24/11/2018) malam.

Dirinya membunuh Levie Prisilia (35) dan jasadnya ditemukan warga terbujur kaku bersimbah darah di mobil Swift Bitu nopol DA 1879 TN di tepi Jalan A Yani Km 11,8, Gambut, Kabupaten Banjar, Sabtu (24/11/2018) pagi.

(banjarmasinpost.co.id/Hasby Suhaily)

Penulis:
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved