Berita Banjarbaru

Jumlah Penduduk Miskin di Kalsel Capai 195,01 Ribu Hingga September 2018, Ini Penyebabnya

Jumlah penduduk miskin di Kalimantan Selatan pada September 2018 mencapai 195,01 ribu orang.

Jumlah Penduduk Miskin di Kalsel Capai 195,01 Ribu Hingga September 2018, Ini Penyebabnya
hari widodo
Ilustrasi warga miskin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU -  Jumlah penduduk miskin di Kalimantan Selatan pada September 2018 mencapai 195,01 ribu orang.

Dibandingkan jumlah penduduk miskin Maret 2018 yang berjumlah 189,03 ribu orang maka terjadi penambahan jumlah penduduk miskin sebanyak 5,98 ribu orang.

Kepala BPS Provinsi Kalsel, Diah Utami, Jumat (1/2) menjelaskan bahwa kemiskinan di kalsel ini naik, disebabkan beberapa hal, di antara yang dominan disebabkan karena banyaknya pengangguran yang masih dominan selain pengaruh nilai tukar petani.

"Berdasarkan data kami, di November 2018 kemarin angka pengangguran terbesar ada di Banjarmasin dengan angka 8,25 persen sedangkan di nomor urut kedua yaitu Tanah Bumbu dengan angka 6,34 persen disusul Banjarbaru di angka 5,20 persen. Sedangkan untuk keseluruhan Kalsel tingkat pengangguran terbuka yaitu 4, 50 persen," papar Diah.

Kembali ke persoalan Miskin, jika berdasarkan daerah tempat tinggal, pada periode Maret 2018 – September 2018, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan mengalami kenaikan 1,98 ribu orang sedangkan di daerah perdesaan juga mengalami kenaikan sebanyak 4,00 ribu orang.

Dijelaskan Diah, persentase penduduk miskin di perkotaan pada September 2018 sebesar 3,60 persen.

Angka ini mengalami peningkatan sebesar 0,06 poin dibandingkan keadaan Maret 2018 yang sebesar 3,54 persen. Peningkatan persentase penduduk miskin juga terjadi untuk wilayah perdesaan. Pada September 2018, persentase penduduk miskin perdesaan sebesar 5,56 persen, atau mengalami peningkatan sebesar 0,16 persen dibandingkan keadaan Maret 2018 yang sebesar 5,40 persen.

Baca: Jawaban Aneh Reino Barack Saat Ditanya Soal Syahrini, Mantan Luna Maya Bersikap Seperti Ini

Jika diukur secara regional Kalimantan, tingkat kemiskinan provinsi di adalah terendah.

"Kalimantan Selatan yaitu sebesar 4,65 persen dan tingkat kemiskinan tertinggi terjadi di Kalimantan Barat yaitu sebesar 7,37 persen. Kalimantan Barat juga merupakan provinsi dengan jumlah penduduk miskin terbanyak yaitu 369,73 ribu orang, sedangkan jumlah penduduk miskin terendah tercatat di Kalimantan Utara yaitu sebesar 49,59 ribu," lontarnya.

Disebutkan Diah, Garis Kemiskinan (GK) di Kalimantan Selatan pada September 2018 sebesar Rp 436.163,00 perkapita perbulan.

Garis pemisah penduduk miskin dan penduduk tidak miskin ini mengalami kenaikan 1,96 persen dibandingkan Maret 2018 yang sebesar Rp. 427.774,00
perkapita per bulan.

Baca: Polsek Sungai Loban Gelar Salat Gaib untuk Mantan Kapolri Ke-8

Halaman
12
Penulis: Nurholis Huda
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved