Ekonomi dan Bisnis

BI Gelar Seminar Pengembangan Ekonomi Pesantren, Dihadiri Deputi Gubernur BI

Bank Indonesia (BI) menggelar seminar bertajuk, Pengembangan Ekonomi Pesantren Sebagai Penggerak Utama Rantai Utama Nilai Halal

BI Gelar Seminar Pengembangan Ekonomi Pesantren, Dihadiri Deputi Gubernur BI
Banjarmasinpost.co.id/Mariana
Penyerahan cinderamata dari Deputi Gubernur Bank Indonesisa, Dody Budi Waluyo kepada sejumlah tamu dan narasumber yang hadir dalam Seminar Pengembangan Ekonomi Pesantren Sebagai Penggerak Utama Rantai Utama Nilai Halal, berlangsung di Ruang Serbaguna lantai 6 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Sabtu (2/2/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Bank Indonesia (BI) menggelar seminar bertajuk, Pengembangan Ekonomi Pesantren Sebagai Penggerak Utama Rantai Utama Nilai Halal, berlangsung di Ruang Serbaguna lantai 6 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Sabtu (2/2/2019).

Seminar ini dihadiri oleh Deputi Gubernur BI, Dody Budi Waluyo. Turut dihadiri pula Sekdaprov Kalsel, H Abdul Haris Makkie, Kepala Kantor Regional IX OJK, Haryanto, pimpinan maupun pengasuh Pondok Pesantren di Wilayah Kalsel, Rektor UIN Antasari Kalsel, Prof Mujirrahman, serta Pimpinan Pesantren Nurul Iman, Bogor, Umi Waheeda.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalsel, Herawanto menuturkan, salah satu potensi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan ekonomi di Kalsel adalah ekonomi dan keuangan Syariah.

Baca: Polres Tabalong Amankan Diduga Pelaku Pembunuhan Wantia di Kelua, Dikenali Dari Perhiasan Korban

Baca: VIRAL Murid Kelas 3 SD Pakai Seragam dan Sepatu Kebesaran, Faktanya Bikin Hati Terenyuh

Baca: Jadwal Siaran Langsung Persib Bandung vs Persiwa Wamena di RCTI 32 Besar Piala Indonesia

"Ekonomi Syariah tidak hanya terbatas pada pengembangan keuangan syariah melalui lembaga keuangan, namun juga pengembangan ekonomi syariah secara lebih luas meliputi pengembangan industri halal dan pengelolaan dana umat (zakat, infak, sedakah, wakaf) untuk pengembangan aktivitas ekonomi kerakyatan," papar dia kepada Banjarmasinpost.co.id.

Potensi tersebut dapat terlihat dari banyaknya Kalsel memiliki jumlah penduduk muslim yakni 3,5 juta jiwa atau 96,7 persen dari total populasi penduduk di Kalsel. Selain itu, jumlah pesantren di Kalsel, sekitar 242 pesantren merupakan yang terbanyak di Kalimantan. Sedangkam Kaltim sekitar 200, Kaltara, sekitar 15 pesantren, Kalbar sekitar 225, dan Kalteng sekitar 200 pesantren.

Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesisa, Dody Budi Waluyo mengatakan, kinerja ekonomi dan keuangan syariah dunia terus menunjukkan pertumbuhan sekaligus memperlihatkan potensi yang besar sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Dipaparkannya, nilai konsumsi masyarakat muslim dunia di berbagai sektor pada tahun 2017 sebesar USD 2,1 triliun,sedangkan khusus sektor keuangan syariah sendiri tercatat memiliki total aset sebesar USD 2,4 triliun.

"Pada tahun 2023, diperkirakan volume industri halal dan keuangan syariah global akan tumbuh mencapai USD 6,8 triliun atau nyaris dua kali lipatnya, yang terdiri dari industri halal sebesar USD3 triliun dan industri keuangan syariah sebesar USD3,8 triliun," ujarnya.

Dia menambahkan, pemberdayaan ekonomi syariah dititikberatkan pada pengembangan sektor usaha syariah, di antaranya pesantren.

Beberapa model bisnis yg telah berhasil diaplikasikan diantaranya seperti usaha pengolahan sampah pengolahan kelapa, dan
pengolahan air minum. Selain itu, sektor usaha lainnya perikanan, peternakan, biogas, pertanian hingga jasa.

"Target kami, pesantren dapat memiliki peran kunci sebagai penggerak utama perwujudan ekosistem halal value chain yang mapan. Potensi besar yang dimiliki oleh Kalsel dari segi historis dan kultur kedaerahan, dapat semakin dioptimalkan dan bisa berperan besar bagi kemajuan perekonomian dan keuangan syariah di daerah," pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved