Penutupan Jembatan Alalak

Dengan Sistem Cabel Stayed, Jembatan Alalak I akan Menjadi Jembatan Unik pertama di Indonesia

Terkait penutupan akses menuju jembatan Alalak II Batola-Kayutangi disebutkan Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah Kalsel I (BBPJN)

Dengan Sistem Cabel Stayed, Jembatan Alalak I akan Menjadi Jembatan Unik pertama di Indonesia
BPost Cetak
Blitz cetak edisi Sabtu (2/2/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, ALALAK - Terkait penutupan akses menuju jembatan Alalak II Batola-Kayutangi disebutkan Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah Kalsel I (BBPJN) XI Banjarmasin, Syahriliansyah adalah kewenangan Pemkab Batola.

"Langsung konfirmasi ya sama PU Batola, karena mereka yang menutup untuk perbaikan jembatan terminal Alalak II," kata Syahriliansyah.

Dijelaskan dia, memang perbaikan itu ada kaitannya dengan rencana pembuatan jembatan cabel stayed di Kayu Tangi Ujung.

"Hingga kini, sementara masih persiapan lokasi. Menunggu selesainya persiapan pengalihan jalur lalu lintas untuk penutupan lalin di lokasi kegiatan pekerjaan," kata Syahriliansyah.

Baca: Jembatan Alalak Ditutup, Roda 2 dan 4 Diarahkan Lewat Sini, Truk Besar Diminta Lewat Lingkar Utara

Baca: Alasan Jerinx SID Serang Anang Hermansyah dan Ashanty di Twitter dan Instagram, Sindir Jokowi?

Baca: Usai Dapat Komentar Cinta Ungu Reino Barack, Doa Sahabat Syahrini ke Mantan Luna Maya Buat Penasaran

Baca: Kisah Mahfud MD Soal Megawati, Prabowo dan Jusuf Kalla Mau Mundur dari Calon di Pilpres 2009

Baca: Vanessa Angel Disebut Mau Bunuh Diri Oleh Bibi Ardiansyah Usai Diperiksa Terkait Prostitusi Online

Jembatan Alalak I yang akan ditingkatkan menjadi jembatan dengan sistem cabel stayed informasinya akan ditutup mulai 25 Februari 2019 hingga 18 Maret 2021.

Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah XI Banjarmasin, Timbul Manahan Pasaribu, menerangkan, pengerjaan jembatan itu sudah dimulai Januari 2019.

Dalam kontrak, proyek jembatan tersebut digarap tahun jamak (multiyear) dengan nilai kontrak Rp 274,561 miliar.

Disebutkan dia, bahwa desain jembatan tersebut tidak berubah dari desain awal, yakni menggunakan model cable stayed.

Karena ini merupakan jembatan panjang, juga sudah dipastikan melalui analisa ahli.

Jika diukur jarak dari oprit panjang 850 meter, sedangkan bentang tengah panjangnya 120 meter dengan lebar 20 meter.

Jembatan bentang panjang ini harus mendapatkan persetujuan Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ).

Ditargetkan, Jembatan yang unik pertama di Indonesia tersebut akan selesai pada 2020.

Diketahui dari proyek tersebut untuk paket pertama dimenangkan oleh PT Wijaya Karya (Wika) dengan nilai kontrak Rp 274,561 miliar joint dengan Pandji.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved