SMPN 6 Dilempar Bom Molotov

Meningkatkan Keamanan Sekolah, SMPN 6 Banjarmasin akan Melakukan ini

Pascainsiden pelemparan bom molotov, kata Bakhrian, pihak sekolah langsung mengambil beberapa sikap.

Meningkatkan Keamanan Sekolah, SMPN 6 Banjarmasin akan Melakukan ini
BPost Cetak
BPost edisi cetak sabtu (2/2/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pascainsiden pelemparan bom molotov, kata Bakhrian, pihak sekolah langsung mengambil beberapa sikap.

Di antaranya akan memasang CCTV sebanyak tiga unit di sejumlah titik dan memajukan jam operasi penjaga malam, yang semula pukul 24.00 Wita menjadi 22.00 Wita.

“Kami juga membahas surat edaran wali kota tentang bahaya penculikan anak sekolah. Terkait penculikan ini, kami sebetulnya sudah melakukan langkah pencegahan. Di antaranya mengadakan dua petugas keamanan dan menutup rapat pagar sekolah pada jam pelajaran,” ujarnya.

Tak hanya polisi, Ical, seorang warga Jalan Veteran Gang Simpati RT 13 Nomor Kelurahan Melayu Kecamatan Banjarmasin, juga meningkatkan kesiagaannya.

“Seperti tadi malam saja saya tidur sekitar jam 2-an. Ya, kalau saja pelaku pelemparan bom molotov itu balik lagi," ujarnya.

Baca: Alasan Jerinx SID Serang Anang Hermansyah dan Ashanty di Twitter dan Instagram, Sindir Jokowi?

Baca: Cara Mudah Ketahui Lokasi TPS di Kalsel, Ini Daftar Jumlah TPS di Banua Ternyata Segini Versi KPU

Baca: Curhat & Harapan Dul Jaelani ke Maia Estianty Usai Suami Mulan Jameela, Ahmad Dhani Dipenjara

Baca: Kisah Mahfud MD Soal Megawati, Prabowo dan Jusuf Kalla Mau Mundur dari Calon di Pilpres 2009

Baca: Blak-blakan Baim Wong pada Raffi Ahmad Soal Nama Mantan Terindahnya Sebelum Paula Verhoeven

Ical menceritakan, dirinya sempat turut tangan melakukan pemadaman saat api dari bom molotov mulai berkobar.

“Saat itu, saya mau mengunci pagar rumah. Tanpa sengaja saya melihat cahaya terang dari dalam SMPN 6 Banjarmasin,” ujarnya.

Ical meyakini cahaya terang tersebut merupakan kobaran api.

Dia langsung bergegas menuju pagar sekolah.

“Saya sempat mengambil ember berisikan air untuk menyiram api. Tapi belum sempat siraman kedua, api sudah dipadamkan Askaf, salah satu penjaga kantin SMPN 6 Banjarmasin,” ujarnya.

Apakah melihat seseorang yang mencurigakan pada pukul 20.00 Wita? Ical mengaku tidak melihatnya.

"Kalau kendaraan melintas, ya ada. Tapi itu tidak bisa dipastikan, karena situasi jalan saat itu masih terpantau ramai," ujarnya.

Ical mengaku sudah memberikan keterangan kepada polisi di Mapolsek Banjarmasin Tengah.

“Kemarin saya dimintai keterangan di polsek. Saya ceritakan saja apa-apa yang saya ketahui," ujar Ical.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved