SMPN 6 Dilempar Bom Molotov

Pascapelemparan Bom Molotov, Polisi Serius Mengumpulkan Data, Orangtua Siswa Merasa Tenang

Pelemparan bom molotov yang dilakukan orang tak dikenal di SMPN 6 Banjarmasin, Rabu (30/1) lalu, mendapat perhatian serius pihak kepolisian.

Pascapelemparan Bom Molotov, Polisi Serius Mengumpulkan Data, Orangtua Siswa Merasa Tenang
BPost Cetak
BPost edisi cetak sabtu (2/2/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pelemparan bom molotov yang dilakukan orang tak dikenal di SMPN 6 Banjarmasin, Rabu (30/1) lalu, mendapat perhatian serius pihak kepolisian.

Setidaknya tiga kali polisi ke SMPN 6 untuk mengumpulkan data.

Informasi didapat di lapangan, pada Kamis (31/1), polisi dua kali ke SMPN 6, yakni pada pagi dan sore.

Kemudian Jumat (½) pagi polisi kembali ke SMPN 6.

“Kedatangan mereka (polisi) guna mengumpulkan sejumlah keterangan atas peristiwa percobaan pembakaran,” kata Humas SMPN 6 Banjarmasin, Drs Bakhrian Alkaf, Jumat (½).

Bakhrian mengatakan ada beberapa keterangan dan data yang diminta polisi.

Satu di antaranya terkait siswa yang pernah dikeluarkan di SMPN 6 Banjarmasin.

Baca: Alasan Jerinx SID Serang Anang Hermansyah dan Ashanty di Twitter dan Instagram, Sindir Jokowi?

Baca: Curhat & Harapan Dul Jaelani ke Maia Estianty Usai Suami Mulan Jameela, Ahmad Dhani Dipenjara

Baca: Usai Dapat Komentar Cinta Ungu Reino Barack, Doa Sahabat Syahrini ke Mantan Luna Maya Buat Penasaran

Baca: Pernikahan Anak di Bawah Umur di Halong Ungkap 4 Fakta, Umur Belasan Hingga Alasan Keluarga

Baca: Cara Mudah Ketahui Lokasi TPS di Kalsel, Ini Daftar Jumlah TPS di Banua Ternyata Segini Versi KPU

"Memang ada (siswa) yang pernah dikeluarkan. Tapi terkait apa masalahnya, itu ranah ke guru BP. Tapi tadi (Jumat) pagi sudah kami kirimkan," ujar Bakhrian.

Selain itu, yang juga menjadi perhatian polisi adalah keberadaan CCTV di kediaman salah satu warga.

Sayangnya CCTV tersebut bisa merekam pelaku pelemparan bom molotov. Karena CCTV ternyata tidak berfungsi alias rusak.

"Kata pemilik CCTV, benda tersebut sengaja dipasang hanya untuk menakut-nakuti orang asing di depan rumah mereka saja. Makanya pas ditanya, CCTV tersebut tidak begitu banyak membantu," ujarnya.

Meski belum terungkap pelakunya, Bakhrian sangat mengapresiasi kesigapan polisi dalam menindaklanjuti percobaan pembakaran sekolah.

Keseriusan polisi dalam menangani kasus ini sudah memberikan rasa tenang kepada siswa dan orangtuanya.

"Awalnya sejumlah orangtua siswa memang sempat resah. Mereka menelepon kami dan menanyakan kejadian tersebut. Setelah saya jelaskan situasi sudah kondusif, mereka jadi tenang," ujarnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved