Berita Regional

Ternyata Gempa Beruntun yang Guncang Mentawai, Kekuatannya Hingga Magnitudo 6.0, Ini Penjelasan BMKG

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan terkait gempa beruntun dengan magnitudo di atas 5 yang mengguncang

Ternyata Gempa Beruntun yang Guncang Mentawai, Kekuatannya Hingga Magnitudo 6.0, Ini Penjelasan BMKG
Twitter @infoBMKG
4 Gempabumi Terjadi di Kepulauan Mentawai Sumbar hingga Sabtu Sore (2/2/2019) pukul 17:59:28 WIB, Terasa sampai Padang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan terkait gempa beruntun dengan magnitudo di atas 5 yang mengguncang Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat pada Sabtu (2/2/2019) sore hingga petang.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunnews.com, Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini tsunami BMKG, Daryono menyatakan rentetan aktivitas gempa yang mengguncang Kepulaun Mentawai dan sekitarnya pada Sabtu merupakan jenis gempa megathrust dengan kedalaman dangkal kurang dari 20 kilometer.

Pusat gempa ini terletak di laut pada jarak 29 km arah barat daya Kota Sikakap, Pagai Utara.

Hingga pukul 18.55 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi aktivitas gempabumi susulan (aftershock) sebanyak 31 kali, dengan kekuatan magnitudo terbesar M=5,9. Ada 4 aktivitas gempa yang guncangannya dirasakan oleh masyarakat yaitu megnitudo 5,3 6,1 5,3 dan 5,9.

Baca: Ahmad Dhani Gagal Konser di Malaysia, Dewa 19 Tanpa Mantan Suami Maia Estianty, Dul Jaelani Vokalis

Baca: Pengunjung Transmart Lari Berhamburan Selamatkan Diri, Gempa Hantam Padang, Ya Allah, Gempa!

Baca: Ricuh di Lapas Wanita Palangkaraya, Ketua Komisi A DPRD Kalteng Minta Fasilitas Lapas Ditingkatkan

Adapun lokasi pusat gempa yang aktif saat ini terletak di antara segmen yg belum pecah dan yang sudah pecah pada tahun 2007 dan 2010.

Daryono melanjutkan, perlu diketahui bahwa, sebelumnya di zona ini pernah terjadi gempa kuat pada 13 September 2007 dengan kekuatan M=8,5 dan M=7,9.

Selanjutnya pada 26 Oktober 2010 juga terjadi gempa dengan M=7,8.

Meskipun lokasi gempa saat ini terletak di batas diantara segmen yang belum pecah dan yang sudah pecah, tetapi tetap harus untuk diwaspadai.

Laporan warga menunjukkan beberapa rumah mengalami kerusakan ringan di Pulau Pagai Utara.

Lebih jauh, Daryono mengimbau masyarakat dihimbau untuk tetap tenang tetapi waspada.

Halaman
1234
Editor: Didik Trio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved