Berita Kabupaten Banjar

Disdik Kabupaten Banjar Akan Berlakukan Zonasi PPDB, Ini Komentar Orangtua Siswa

Dinas pendidikan Kabupaten Banjar rencananya tahun ini akan memberlakukan sistem zonasi dalam PPDB semua tingkatan pendidikan yang dibawah

Disdik Kabupaten Banjar Akan Berlakukan Zonasi PPDB, Ini Komentar Orangtua Siswa
Idda Royani
Sejumlah murid SMPN 3 Martapura duduk santai di halaman pada jam istirahat. Kini aktivitas mereka terpantau oleh orangtua masing-masing melalui program smart school. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Dinas pendidikan Kabupaten Banjar rencananya tahun ini akan memberlakukan sistem zonasi dalam PPDB semua tingkatan pendidikan yang dibawah naungan dinas. Komentar beragam disampaikan orangtua murid.

Warga Pintu Air Martapura, Nana mengaku senang jika diberlakukan sistem zonasi, atas pertimbangan bagi orangtua tentunya tidak jauh dan repot dalam hal antar jemput anaknya. Anaknya yang tahun ini akan menamatkan pendidikan sekolah menengah pertama akan masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

“Anak saya kelas tiga SMPN 3 Martapura, mendukung saja diberlakukan sistem zonasi. Kalau antar jemput tentunya bagi para orangtua tidak perlu jauh,” katanya, Minggu (3/2).

Orangtua murid lainnya, Mamad merasa waswas jika zonasi diberlakukan di Martapura.

Baca: Dicari 580 Pengawas TPS Pemilu 2019 di Kabupaten Tapin, Catat Ini Syarat Pendaftarannya

Baca: Hasil Persita Tangerang vs Arema FC di Piala Indonesia 2018: Skor Babak Pertama 0-1, Gol Konate

Baca: LINK Live Streaming AS Roma vs AC Milan di Bein Sports 2 via Siaran Langsung Liga Italia Malam Ini

Pasalnya, penilainnya sarana dan prasarana yang ada di sekolah-sekolah di Martapura utamanya belumlah merata, sehingga wajar seperti dirinya menginginkan anaknya bersekolah yang sarana dan prasarananya lengkap.

“Terutama SMA ini menentukan untuk masuk ke jenjang pendidikan lebih tinggi seperti kuliah.

Memang dekat rumah ada SMA, tetapi terus terang agak sedikit meragukan jika menyekolahkan anak saya di situ,” katanya.

Dirinya pun tetap berupaya agar anaknya masuk sekolah favorit. Namun jika zonasi benar-benar diterapkan, apa boleh buat bagi Mamad tentu akan mengikuti kebijakan tersebut.

“Tetapi alangkah bijaknya kalau alasan pemerataan kualitas pendidikan, terlebih dulu ada pemerataan sarana dan prasarana pendidikan. Contoh, sekolahnya saja misalkan ruang kelas terbatas, komputer terbatas, masa memaksa orangtua memasukan anaknya ke sekolah tersebut, bagi para orangtua tentu menginginkan anaknya masuk sekolah yang bagus,” ujarnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis:
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved