Imlek 2019

Filosofi Tradisional China dalam Simbol Mengepal pada Perayaan Imlek 2019

Perayaan Tahun Baru China ini senantiasa identik dengan ucapan “gong xi fat choi” serta pembagian angpao.

Filosofi Tradisional China dalam Simbol Mengepal pada Perayaan Imlek 2019
Kompas.com/shuttestock
Ilustrasi pai atau soja, sejenis salam yang dilakukan orang China ketika bertemu dengan lawan bicara 

Secara tradisi, posisi tangan yang tepat ketika melakukan pai ialah mengepalkan tangan kanan di depan dada, lalu dibungkus dengan telapak tangan kiri.

Bukan bermaksud seksi, namun hal ini merupakan perwujudan filosofi China.

Kaum pria (tangan kiri) dianggap berperan melindungi kaum wanita (tangan kanan).

Filosofi ini juga terwujud dalam posisi patung singa di muka kelenteng, rumah ibadah umat Konghucu.

“Di sisi kiri kelenteng ialah sosok singa jantan yang menggenggam bola dunia, sedangkan di sisi kanan adalah figur sang betina yang menaungi anaknya,” ujar seorang pemandu di Museum Benteng Heritage yang tidak mau disebutkan namanya kepada KompasTravel, Selasa (29/1/2019).

Sementara itu, posisi ibu jari semestinya diacungkan, dengan posisi ibu jari kanan sedikit lebih rendah.

Dengan begitu, keduanya akan membentuk huruf kanji “ren”, yang berarti orang.

Di samping itu, “ren” juga bisa bermakna “kasih” sekaligus "kemanusiaan".

Tak hanya itu, empat jemari kanan dan empat jemari kiri yang saling bersentuhan mewakili masing-masing empat nilai bagi pria dan wanita.

“Xiao, ti, zhong, xin. Berbakti, rendah hati, setia, dan dapat dipercaya, itu pegangan untuk laki-laki,” ujar Oey Tjin Eng (75), seorang mantan pengurus bidang humas Kelenteng Boen Tek Bio, Tangerang, kepada KompasTravel di hari yang sama.

Halaman
123
Editor: Edinayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved