Pelabuhan Lama Riwayatmu Kini

Berlabuh di Pelabuhan Lama, Kapal Barang dari Sungai Barito Harus Melewati Dua Sungai

Tiap-tiap kapal yang menuju pelabuhan Lama di Sungai Martapura(akan melayari dua buah sungai) membutuhkan waktu lebih kurang 3 jam.

Berlabuh di Pelabuhan Lama, Kapal Barang dari Sungai Barito Harus Melewati Dua Sungai
Banjarmasinpost.co.id/jumadi
Sejak tak digunakannya lagi, maka kawasan eks Pelabuhan Lama kini ditumbuhi rumput liar 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Saat masih beroperasi tempo dulu, untuk bersandar di Pelabuhan Lama di Sungai Martapura Kota Banjarmasin, maka semua kapal harus melalui Sungai Barito. Kemudian memasuki sungai kecil, yakni Sungai Mantuil, kapal-kapal harus melalui Sungai Antasan Bromo.

Dasar Sungai Bromo cukup dalam dan memiliki arus yang cukup deras. Sebab sungai ini ada dua pertemuan, yakni antara Sungai Barito dan Sungai Antasan Bromo.

Seperti dikutip dari buku Sejarah Pelabuhan Lama, disebutkan bahwa Pelabuhan Banjarmasin lama terletak di tepi Sungai Martapura, anak Sungai Barito.

Tiap-tiap kapal yang menuju pelabuhan Lama (akan melayari dua buah sungai) membutuhkan waktu lebih kurang 3 jam.

Pertama melayari Sungai Barito yang lebarnya 800 sampai 900 meter dengan kedalaman sampai 10 meter (membutuhkan waktu 2 jam), kemudian Sungai Martapura yang lebarnya 90 sampai 95 meter dengan kedalaman 4 sampai 5 meter (membutuhkan waktu 1 jam).

Baca: Barang dari Jawa Bongkar di Pelabuhan Lama, Baliknya Kapal Bawa Komiditi Hasil Bumi Kalsel ke Jawa

Baca: Pelabuhan Lama, Pelabuhan Satu-satunya di Sungai Martapura Tahun 1960-an, Riwayatmu Kini

Baca: Ibnu Sina Dukung Pembangunan Rumah Sakit Pelindo di Eks Pelabuhan Lama

Dengan adanya sebuah terusan antara Sungai Barito dan Martapura waktu pelayaran dapat dipersingkat lebih kurang seperempat jam. Terusan ini bermanfaat untuk menghubungkan perpindahan kapal di Pelabuhan Lama dan Pelabuhan Baru (Pelabuhan Samudera Trisakti) manakala diperlukan untuk mengatasi kekurangan tempat tambatan kapal.

Melayari Sungai Barito tidak terdapat kesukaran, tetapi muara sungai ini terjadi pendangkalan sehingga tidak jarang kapal kandas karena dangkalnya air di muara, terlebih-lebih lagi pada musim kemarau atau air sedang surut sehingga kapal hanya dapat masuk dan keluar muara menunggu pasang air.

Mengingat pendangkalan ini pengerukan Sungai Barito menjadi sangat penting untuk kelancaran lalu-lintas perekonomian.

Untuk pengaturan lalu-lintas dan keamanan kapal-kapal keluar masuk di muara Sungai Mantuil, ditempatkan sebuah pos penjagaan dan menjelang selesainya pelabuhan baru di Sungai Barito sejak September 1964 pos ini dipindahkan ke komplek pelabuhan baru, dan kemudian dipindahkan lagi ke pos terusan Bromo.

Seiring mulai beroperasi Pelabuhan Samudera Trisakti sejak tahun 1965, aktivitas di Pelabuhan Lama mulai berkurang dan akhirnya pada tahun 90-an tinggal cerita. (banjarmasinpost.co.id/jumadi)

Penulis: Jumadi
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved