Ekonomi dan Bisnis

China Batasi Impor, Sektor Saham Batu Bara Terkoreksi, Inilah Perusahaan yang Sahamnya Anjlok

Pemerintah China mulai menerapkan sejumlah kebijakan terkait penggunaan baru bara di negeri tirai bambu tersebut.

China Batasi Impor, Sektor Saham Batu Bara Terkoreksi, Inilah Perusahaan yang Sahamnya Anjlok
Banjarmasinpost.co.id/Mariana
Investor dari ULM tengah berkonsultasi dengan analis di BEI Banjarmasin, Senin (4/2/2019). 

Kinerja keuangan ADRO diperkirakan masih akan berlanjut positif sepanjang 2019, setelah tahun lalu diperkirakan bakal mencatatkan kenaikan earning per share (EPS) sebesar 64 persen secara tahunan.

"Bisnis Adaro lebih beragam dibanding perusahaan lainnya, mulai dari pembangkit listrik hingga bisnis batu bara yang menjadi bisnis fokusnya. Perseroan juga mampu menjaga stabilitas produksi meski ada gangguan cuaca seperti hujan deras sepanjang tahun lalu, sehingga target produksi batubara sebesar 52 juta ton masih tercapai," tambah Herry.

Sementara itu, investor pemula dari ULM yang berkunjung ke Bursa Efek Indonesia (BEI) Banjarmasin, Senin (4/2/2019), Noor Aida, mengatakan, ada hal yang dapat dilakukan untuk kembali memperkuat saham batu bara.

"Mungkin secara tidak langsung kebijakan china mempengaruhi harga batubara di pasar modal, kebijakan para investor yang besar memperkuat saham batu bara bisa dilakukan, misalnya batu bara di indonesia jangan terpaku pada kebijakan China," ujarnya.

Sebab, lanjut dia, masih ada India yang merupakan negara dengan nilai impor batu bara terbesar ketiga di dunia.

"Impor batu bara termal (thermal coke) India pada 2018 meningkat paling pesat selama 4 tahun terakhir, hal ini dapat menjadi sentimen positif buat sektor batu bara," tukasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved