Berita Batola

Desa Puntik Luar Batola Segera Kembangkan Keripik Jamur Tiram

JIKA tak ada aral, Desa Puntik Luar, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Batola, bakal mengembangkan usaha budidaya jamur tiram

Desa Puntik Luar Batola Segera Kembangkan Keripik Jamur Tiram
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Abdul Hasan, Kepala Desa Puntik Luar, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Batola 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - JIKA tak ada aral, Desa Puntik Luar, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Batola, bakal mengembangkan usaha budidaya jamur tiram untuk akvititas pengembangan ekonomi desa setempat.

“Pada 2019 ini kita akan berencana mengembangkan usaha keripik jamur tiram di Desa Puntik Luar,” kata Abdul Hasan, Kepala Desa Puntik Luar, Senin (4/2/19).

Menurut Hasan, untuk pengembangan keripik Jamur Tiram ini, Desa Puntik Luar juga akan mengembangkan budidaya jamur tiram terlebih dahulu.

Jadi nanti kalau panen akan ditampung untuk bahan baku pembuatan keripik jamur tiram.

"Kita akan kembangkan bibit jamur tiram dulu melalui APBDesa,” tegas Hasan.

Inovasi desa yang patut ditiru yakni Desa Jejangkit Timur, Kecamatan Jejangkit Timur, Kabupaten Batola.

Baca: Pesan Pilu Mulan Jameela pada Ahmad Dhani yang Dipenjara, Beri Dukungan ke Al Ghazali & Dul Jaelani

Baca: Mudah Ditemukan, ini 10 Tanaman yang Bisa Jadi Obat DBD Selain dari Jus Jambu Biji

Baca: Jelang Pernikahan Ammar Zoni, Irish Bella Dilarikan ke Rumah Sakit, Mantan Ranty Maria Minta Doa

Baca: Gisella Anastasia Bicara Soal Pria Pengganti Gading Marten, Gisel Ungkap Sikapnya Jika Jumpa Gading

Baca: Link snmptn.ac.id di Sini! Cara Melihat Pemeringkatan, Pendaftaran SNMPTN 2019 Resmi Dibuka Hari Ini

Soalnya, desa tersebut mendapatkan penghargaaan dari Bupati Batola Hj Noormiliyani terkait inovasi pembangunan bidang air bersih pada puncak hari jadi ke-59 Kabupaten Batola, Selasa (8/1/2019) lalu di halaman kantor kabupaten setempat.

Dulu sebelum ada instalasi air bersih skala desa dari pemikiran Kades Jejangkit Timur, Muamar, warga menggunakan air sungai dan air tadah hujan untuk keperluan sehari-hari seperti minum, memasak, mandi hingga mencuci pakaian.

“Dulu, air sungainya itu sangat masam, kalat dan warna merah. Alhamdulilah menggunakan dana desa, kami bisa membuat instalasi pengolahan air bersih sendiri, bukan dari perusahaan daerah air minum (PDAM),” kata Kepala Desa (Kades) Jejangkit Timur, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Batola, Muamar.

Menurut Muamar, awalnya hampir semua sumber air di Desa Jejangkit Timur di RT 06 mengalami keasaman air tinggi sehingga tak bisa digunakan atau dikonsumsi.

Namun dengan dibuatnya sistem instalasi air bersih skala desa, sekarang air asam tinggi itu bisa diubah menjadi air bersih.

“Nah, saat ini instalasi pengolahan air bersih yang dikelola badan usaha milik desa ini bisa mendapatkan penghasilan bersih rata-rata Rp4 juta per bulannya,” tegas Muamar.

Lebih lanjut Muamar menyatakan awalnya air sungai di Desa Jejangkit Timurnya sangat asam, yakni PH2 sampai PH3 kini bisa diubah menjadi PH7 atau layak minum setelah melalui pengolahan air sehingga layak dikonsumsi warga.

“Kita membuat sistem pengolahan air beberapa penyaringan dan sistem kerjanya mirip milik PDAM. Bedanya di desa Jejangkit Timur menggunakan air asam tinggi sebagai bahan baku,” katanya.

(Banjarmasinpost.co.id/edi nugroho).

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved